6 Fakta Diktator Dunia, Perbuatan Kelewat Kejam Bikin Geram

Joseph Stalin.
Sumber :
  • U-Report

Dilansir dari Washington Post, Hitler meninggal dengan cara menembak kepalanya sendiri. Sementara sang istri, Eva Braun, tewas karena minum sianida. Volkswagen adalah salah satu proyek ambisius Adolf Hitler dan dikembangkan oleh Ferdinand Porsche penemu mobil Porsche. Hingga saat ini Volkswagen pun masih ramai di pasaran industri otomotif.

img_title Mengenal Damar Wicaksono, Anak Dono Warkop yang Jadi Ahli Nuklir di Jerman

3. Saddam Hussein

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saddam Hussein adalah Presiden dan diktator Irak sejak tanggal 16 Juli 1979 hingga 9 April 2003. Kekuasaannya berakhir setelah Irak diserang oleh pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat pada tahun 2003. Sebagai presiden, Saddam menciptakan pemerintahan yang otoriter dan mempertahankan kekuasaannya melalui Perang Iran-Irak (1980–1988) dan Perang Teluk (1991).

img_title Pramono Ajak DPRD & Parpol Turun ke Lapangan Lihat Kebutuhan Warga Jakarta

Kedua perang itu menyebabkan penurunan drastis standar hidup dan hak asasi manusia. Pemerintahan Saddam menindas gerakan-gerakan yang dianggapnya mengancam, khususnya gerakan yang muncul dari kelompok-kelompok etnis atau keagamaan yang memperjuangan kemerdekaan atau pemerintahan otonom.

Sementara ia dianggap sebagai pahlawan yang populer di antara banyak bangsa Arab karena berani menantang Israel dan Amerika Serikat, sebagian orang di dunia internasional tetap memandang Saddam dengan perasaan curiga, khususnya setelah Perang Teluk 1991.

img_title Bukan Sekadar Lolos DPR, Jokowi Minta PSI Kejar Target Lebih Besar pada 2029

4. Mussolini

Benito Amilcare Andrea Mussolini, yang dijuluki "Il Duce" atau berarti "Pemimpin", adalah seorang diktator Italia yang menciptakan Partai Fasis pada tahun 1919 dan akhirnya memegang semua kekuasaan di Italia sebagai perdana menteri negara itu dari tahun 1922 hingga 1943. Mussolini lahir pada 29 Juli 1883, di Verano di Costa, Italia. Ayahnya, Alessandro, adalah seorang pandai besi dan sosialis yang bersemangat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk politik dan sebagian besar uangnya untuk majikannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun 1902, Mussolini pindah ke Swiss untuk mempromosikan sosialisme. Dia dengan cepat mendapatkan reputasi untuk daya tarik dan bakat retorika yang luar biasa. Saat terlibat dalam demonstrasi politik, ia menarik perhatian otoritas Swiss dan akhirnya diusir dari negara itu. Mussolini kembali ke Italia pada tahun 1904 dan terus mempromosikan agenda sosialis.

Pada tanggal 23 Maret 1919, Mussolini mendirikan Partai Fasis, yang mengorganisir beberapa kelompok sayap kanan menjadi satu kekuatan. Gerakan fasis memproklamirkan oposisi terhadap diskriminasi kelas sosial dan mendukung sentimen nasionalis. Mussolini berharap untuk mengangkat Italia ke tingkat masa lalu Romawi yang hebat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut