9 Organisasi Ekstrem Terkaya di Dunia, Pendapatannya Triliunan
- Antara Via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
VIVA – Tak sedikit organisasi teroris terkaya di dunia menghasilkan uang dari kegiatan-kegiatan yang menyimpang. Aliran dana bahkan berasal dari penyelundupan senjata, narkoba, uang tembusan korban dan pencucian uang. Dilansir dari data Forbes, terdapat beberapa organisasi teroris terkaya di dunia dan sangat ekstrim. Daftar tersebut dibuat berdasarkan wawancara dengan pakar keamanan dan spesialis anti-teror, serta laporan dan analisis dari LSM internasional, organisasi akademis dan pemerintah.
Berikut daftar organisasi teroris terkaya di dunia yang punya penghasilan dengan nominal fantastis:
1. Hizbullah
Tidak semua negara secara jelas menyebut organisasi Hizbullah sebagai organisasi teroris. Terakhir adalah Australia sekitar dua tahun lalu menyebut Hizbullah ke dalam daftar teroris. Organisasi asal Lebanon ini memiliki total pendapatan tahunan USD 1,1 miliar atau Rp 15,4 triliun (USD1=Rp 14,041). Dalam beberapa tahun, anggaran Hizbullah melonjak secara signifikan karena mendapatkan dana pemerintah Teheran, Iran.
Jika di masa lalu Hizbullah menerima sekitar USD 200 juta atau Rp 2,8 triliun per tahun, namun pada tahun 2017 pendanaan Iran untuk kelompok teror Lebanon, mengalami peningkatan menjadi lebih dari USD 800 juta atau Rp 11,2 triliun per tahun.
Organisasi Hizbullah mengumpulkan uang dan dukungan yang dikumpulkan oleh organisasi yang disamarkan sebagai amal dan tersebar di seluruh dunia, hingga transaksi real estat dan dealer "mobil bekas" yang dijalankan oleh pebisnis swasta. Di antara berbagai aktivitas mereka, ada sel Hizbullah yang aktif terlibat dalam pencucian uang, pemalsuan, perdagangan senjata, penyelundupan, dan tentu saja memproduksi dan memperdagangkan narkoba, terutama heroin dan kokain.
2. Taliban
Taliban merupakan organisasi nasionalis Islam Sunni, yang memiliki total pendapatan tahunan USD 800 juta atau Rp 11,2 triliun. Taliban menjalankan mekanisme keuangan yang mirip dengan ISIS, semakin luas wilayah yang mereka rebut dan semakin besar populasi di bawah kendali mereka, maka semakin banyak sumber daya dan potensi aliran pendapatan yang harus mereka ubah menjadi sejumlah besar uang.
Sumber pendapatan utama Taliban sebanyak ratusan juta dolar setiap tahun, berasal dari produksi dan perdagangan obat-obatan (terutama yang menanam opium dan pembuatan heroin). Setelah itu (dalam rangka mengurangi kepentingan) organisasi itu menghasilkan ratusan juta dari penambangan pembajakan sumber daya alam di daerah-daerah yang dikuasainya, mengumpulkan uang tebusan untuk sandera dan, terakhir, dari sumbangan.