Xi Jinping Bicara HAM saat Bertemu dengan Komisioner Tinggi PBB

Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet
Sumber :
  • Jenewa

VIVA – Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan secara virtual dengan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCHR) Michelle Bachelet, Rabu.

img_title 331 Kg Merkuri Milik Negara Hilang dari Gudang ESDM Maluku, 3 Orang Jadi Tersangka

Pertemuan tersebut digelar di sela-sela kunjungan kerja Bachelet ke Guangzhou, Provinsi Guangdong, dan Daerah Otonomi Xinjiang pada 23-28 Mei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati, China siap secara aktif berdialog tentang HAM dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, menghindarkan perbedaan, saling belajar, dan maju bersama, demikian pernyataan Xi dirilis Kementerian Luar Negeri China (MFA).

img_title Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Ancaman Kekerasan Paksa Anak Bersetubuh Akhirnya Ditangkap

Dalam masalah perlindungan HAM, Xi berpendapat tidak ada satu negara yang bisa mengklaim kesempurnaan karena selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya.

Menurut dia, aspek HAM berkaitan erat dengan sejarah, tradisi, dan perilaku masyarakat setempat. Latar belakang sejarah, budaya, sistem sosial, dan tingkat pembangunan ekonomi dan sosial yang berbeda sehingga setiap negara hanya bisa mengatasi masalah HAM dengan mempertimbangkan realitas negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

img_title Heboh Dugaan Pungli di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Polisi Bongkar Fakta Soal Uang Rp6 Juta

Sistem atau model apa pun yang diadopsi dari negara lain tanpa mempertimbangkan situasi masyarakatnya justru akan membawa konsekuensi bencana. Jika itu terjadi, masyarakat yang akan menanggung bebannya. Sudah banyak contohnya dan harus menjadi pelajaran bersama, demikian Xi yang juga pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC).

Sementara itu, Bachelet menyampaikan apresiasinya kepada para pemimpin China yang bersedia menerima kunjungannya meskipun di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di berbagai daerah.

Menurut dia, kunjungan UNHCHR itu yang pertama kali dalam 17 tahun terakhir.

Ia merasa yakin kunjungannya tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang China.

Dalam pertemuan tersebut Bachelet berada di Guangzhou bersama Menlu China Wang Yi dan dua diplomat senior Ding Xuexiang dan Yang Jiechi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kunjungan Bachelet dan tim UNHCHR ke Xinjiang terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas Muslim Uighur.

Namun China menolak kalau kunjungan tersebut bertujuan untuk inspeksi karena yang dilakukan otoritas selama ini adalah sebagai upaya deradikalisasi, de-ekstremisme, dan meningkatkan taraf hidup warga Xinjiang yang mayoritas beretnis Uighur itu.(Ant/Antara)

Ilustrasi Karhutla

7 Hari Berjibaku Padamkan Karhutla di Penajam Paser Utara, Sumber Air Mulai Jadi Masalah Besar

Karhutla yang terjadi di kawasan gambut RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, belum sepenuhnya berakhir.

img_title
VIVA.co.id
4 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut