5 Fakta Hubungan Presiden Soekarno dan Uni Soviet

Presiden Soekarno dengan Yuri Gagarin (paling kiri)
Sumber :
  • Twitter Kedubes Rusia di Jakarta

5. Uni Soviet Bantah Bebaskan Irian Barat

img_title Fakta-fakta Pertandingan Timnas Indonesia Usai Berhasil Tumbangkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Demo di era Soekarno pada tahun 1952

Photo :
  • Quora

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada dasarnya Presiden Soekarno dan pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev memiliki kesamaan, dalam kesamaan ini mendukung anti kolonialisme di Asia dan Afrika, oleh karena itu ketika Soekarno meminta bantuan pembebasan Irian Barat dengan cepat Uni Soviet mengumumkan dukungannya terhadap Indonesia. Awalnya Soekarno ingin negosiasi dengan Belanda namun gagal, setelah itu Soekarno mencoba menggalang dukungan dengan PBB akan tetapi hasilnya sama saja.

img_title Silsilah Keluarga Guruh Soekarnoputra, Putra Presiden Pertama RI yang Pilih Dimakamkan di Samping Ibunya

Hingga pada akhirnya Uni Soviet mengambil sikap dengan memberikan senjata kepada tentara Indonesia, pemerintah Uni Soviet bahkan memberikan instruktur militer secara berkesinambungan untuk melatih angkatan perang Indonesia. Dipasoknya senjata dari Uni Soviet membuat Indonesia terlibat konfrontasi dengan Belanda pada tahun 1960.

Di mana fase akhir konfrontasi melibatkan Amerika Serikat dan NATO. Melihat Indonesia berpaling ke Uni Soviet membuat Amerika Serikat sadar akan posisinya berisiko apalagi pilihannya yang wajib memihak kepada Belanda karena terikat pakta pertahanan, demi menghindari potensi pecahnya perang, Belanda sepakat menyerahkan Irian Barat ke otoritas PBB, di bawah tekanan AS pada Agustus 1962. Tahun berikutnya wilayah Irian Barat diserahkan kepada Indonesia.

img_title Deretan Fakta Berpulang Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Dikenal Lewat Seni dan Politik
Sejarahwan Dr. Ahmad Fahrurodji

Buku Baru Ungkap Diplomasi Jepang-Uni Soviet Jelang Perang Dunia II

Dalam buku Indonesia–Rusia dalam Pusaran Perang Dingin: Geopolitik dan Diplomasi Soviet di Asia Tenggara, sejarawan Dr. Ahmad Fahrurodji menyoroti peran sentuhan persona

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut