5 Fakta Hubungan Presiden Soekarno dan Uni Soviet
- Twitter Kedubes Rusia di Jakarta
5. Uni Soviet Bantah Bebaskan Irian Barat
Demo di era Soekarno pada tahun 1952
Pada dasarnya Presiden Soekarno dan pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev memiliki kesamaan, dalam kesamaan ini mendukung anti kolonialisme di Asia dan Afrika, oleh karena itu ketika Soekarno meminta bantuan pembebasan Irian Barat dengan cepat Uni Soviet mengumumkan dukungannya terhadap Indonesia. Awalnya Soekarno ingin negosiasi dengan Belanda namun gagal, setelah itu Soekarno mencoba menggalang dukungan dengan PBB akan tetapi hasilnya sama saja.
Hingga pada akhirnya Uni Soviet mengambil sikap dengan memberikan senjata kepada tentara Indonesia, pemerintah Uni Soviet bahkan memberikan instruktur militer secara berkesinambungan untuk melatih angkatan perang Indonesia. Dipasoknya senjata dari Uni Soviet membuat Indonesia terlibat konfrontasi dengan Belanda pada tahun 1960.
Di mana fase akhir konfrontasi melibatkan Amerika Serikat dan NATO. Melihat Indonesia berpaling ke Uni Soviet membuat Amerika Serikat sadar akan posisinya berisiko apalagi pilihannya yang wajib memihak kepada Belanda karena terikat pakta pertahanan, demi menghindari potensi pecahnya perang, Belanda sepakat menyerahkan Irian Barat ke otoritas PBB, di bawah tekanan AS pada Agustus 1962. Tahun berikutnya wilayah Irian Barat diserahkan kepada Indonesia.