London Jadi Target Pertama Rudal Rusia Jika Perang Dunia Ketiga Pecah

Sekutu Putin, Andrey Gurulyov, mengatakan London akan menjadi negara yang pertama kali diserang Rusia jika Perang Dunia Ketiga Pecah.
Sekutu Putin, Andrey Gurulyov, mengatakan London akan menjadi negara yang pertama kali diserang Rusia jika Perang Dunia Ketiga Pecah.
Sumber :
  • Newsweek

VIVA – Seorang anggota parlemen Rusia baru-baru memperingatkan kota mana di kawasan Uni Eropa yang akan menjadi target pertama rudal Moskow jika perang dunia ketiga pecah di kawasan itu. 

Andrey Gurulyov seorang mantan wakil komandan distrik militer selatan Rusia, membuat komentar tersebut saat diskusi tentang blokade Lituania terhadap Rusia Kaliningrad yang bertetangga.

Melansir dari Newsweek, Senin 27 Juni 2022, Moskow mengancam akan membalas Lituania karena memberlakukan sanksi dengan melarang barang-barang dari Rusia ke Kalinigrad, demikian juga sebaliknya, transit atau melalui negaranya.

Dia meningkatkan prospek menyerang wilayah Baltik, dalam strateginya yang mencakup mengembalikan ibu kota Lituania, Vilnius, kembali ke identitas sebelumnya sebagai Vilno, dan ibu kota Estonia Tallinn kembali ke identitas Tsarnya sebagai Reval.

VIVA Militer: Kapal perang Rusia menembakkan rudal termonuklir 3M-54 Kalibr

VIVA Militer: Kapal perang Rusia menembakkan rudal termonuklir 3M-54 Kalibr

Photo :
  • insider.com

Baik Estonia dan Lituania adalah negara NATO dan invasi apa pun oleh Rusia akan memicu Perang Dunia Ketiga, yang menurut Gurulyov tidak akan diterima oleh barat. “Kami akan menghancurkan seluruh kelompok satelit luar angkasa musuh selama operasi udara pertama," katanya kepada program Vremya Pakazhet.

"Tidak ada yang akan peduli apakah mereka orang Amerika atau Inggris, kami akan melihat mereka semua sebagai NATO," katanya.

Dia juga menambahkan, bahwa Rusia tidak akan mengurangi seluruh sistem pertahanan anti-rudal dan tidak akan memulai serangan dari Warsawa, Paris atau Berlin.

"Yang pertama terkena (serangan rudal) adalah London. Tanpa diragukan lagi ancaman bagi dunia datang dari Anglo-Saxon," katanya sambil memperingatkan bahwa Rusia akan menargetkan situs-situs penting yang akan memutus aliran listrik ke Eropa.

Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus memberi tahu Eropa Barat untuk melanjutkan pertempuran dalam cuaca dingin tanpa makanan dan listrik.