Peringatan Tragedi Serangan 11 September, AS Kembali Menangis
- AP Photo/John Minchillo
VIVA Dunia – Amerika Serikat (AS) peringati tragedi serangan 9/11 pada Minggu, 11 September 2022. dengan penghormatan yang penuh air mata, otoritas AS menyatakan AS tidak pernah lupa pada kejadian 21 tahun serangan teror paling mematikan di negaranya itu.
Bonita Mentis, kerabat korban mulai membacakan nama-nama korban dalam upacara di area Ground Zero dengan mengenakan kalung dengan foto saudara perempuannya yang terbunuh yakni Shevonne Mentis, seorang imigran Guyana berusia 25 tahun yang bekerja untuk sebuah perusahaan keuangan.
"Sudah 21 tahun, tapi bagi kami bukan 21 tahun. Rasanya baru kemarin, dan lukanya masih segar," kata Mentis dikutip dari CBS News, Senin, 12 September 2022.
Aparat berbagai satuan di AS memperingati 9/11 di sela pertandingan NFL
- AP Photo/Michael Ainsworth
Tidak peduli berapa tahun telah berlalu, tidak ada yang benar-benar dapat memahami apa yang terjadi hari itu, tambahnya.
Kerabat dan pejabat para korban juga berkumpul di dua lokasi serangan lainnya yakni di Pentagon dan sebuah lapangan di Pennsylvania.
Peringatan tragedi 9/11 dan bendera menghormati 93 pahlawan dibentangkan di AS
- AP Photo/Barry Reeger
Lebih dari dua dekade kemudian, 11 September kala itu tetap menjadi titik refleksi atas serangan pesawat yang dibajak yang menewaskan hampir 3.000 orang. Tragedi ini membongkar ulang kebijakan keamanan nasional dan mendorong perang melawan teror AS di seluruh dunia.
Peringatan yang berlangsung pada hari Minggu mengikuti peringatan tonggak sejarah setelah serangan balasan pesawat tak berawak AS menewaskan seorang tokoh kunci Al Qaeda yang membantu merencanakan serangan 9/11 yakni Ayman al-Zawahiri.
Pierre Roldan yang kehilangan sepupunya Carlos Lillo seorang paramedis mengatakan bahwa mereka bak mendapatkan keadilan ketika serangan AS akhirnya membunuh Osama bin Laden pada 2011.
“Sekarang setelah Al-Zawahiri pergi, setidaknya kami terus mendapatkan keadilan itu,” ujar Roldan.
Serangan 11 September juga menimbulkan solidaritas persatuan nasional bagi banyak orang. Namun di lain sisi membuat Muslim Amerika menjadi curiga dan fanatik selama bertahun-tahun dan menimbulkan perdebatan tentang keseimbangan antara keselamatan dan kebebasan sipil.
Dalam cara yang halus dan sederhana, dampak 9/11 bergejolak melalui politik AS dan kehidupan publik hingga hari ini.
Tapi seperti beberapa kerabat korban lainnya, Jay Saloman khawatir kesadaran warga Amerika tentang 9/11 akan surut.
"Itu adalah serangan teroris terhadap negara kita hari itu. Dan secara teoritis semua orang harus mengingatnya untuk berhati-hati dan berhati-hati," tutur Saloman, yang kehilangan saudaranya.