Padahal draft yang masuk bukan hanya dari saya. Apalagi waktu beliau menjabat sebagai menteri, draft diajukan oleh banyak orang, dan beliau dengan teliti membacanya. Padahal dia sangat sibuk, tapi semua hal dapat dilakukan secara detil. Saya sampai heran. Sampai pensiun pun [keheranan] itu tak terjawab.
Bagaimana Anda melihat peran Alatas sebagai menteri luar negeri (1988-1999)?
Di kalangan kolega-kolega kabinet, beliau cukup respektif, baik di bidang politik dan ekonomi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah hubungan beliau dengan mitra wicara di luar negeri. Nama Ali Alatas sebagai menteri luar negeri Indonesia banyak sekali dikenal di luar. Teman-teman beliau banyak sekali, baik di kalangan PBB dan bilateral, karena memang pribadinya mengesankan.
Orang kalau ketemu beliau pertama kali, jadi terkesan dan ingat. Figur seperti beliau itu bagi menteri luar negeri sangat menguntungkan, untuk pencitraan, dan sebagainya. Dengan popularitas yang beliau miliki, beliau meningkatkan citra negara kita.
Apa menurut Anda jasa-jasa almarhum sebagai diplomat dan menteri?
Sebelum jadi menteri saja beliau sudah berperan. Dulu, waktu PBB membicarakan dan mengesahkan Program Komoditas Terpadu (PKT) atau Intergrated Program of Commodity, saat itu beliau sedang menjabat sebagai duta besar di Jenewa, beliau tidak hanya menjadi juru bicara Indonesia saja, tapi juru bicara negara-negara berkembang.
Dan kita bisa meng-goal-kan PKT itu dengan dana bersama (common fund). Itu salah satu prestasi beliau yang menonjol pada waktu masih muda, saat menjadi duta besar di Jenewa tahun 70-an. Dan saya bangga menjadi pengganti beliau menjadi duta besar di Jenewa walaupun bukan pengganti langsung.
Kemudian di PBB di New York, beliau pernah menjadi ketua Komisi I keamanan internasional dan pelucutan senjata. Setelah jadi menteri, lebih banyak lagi jasanya. Yang pertama common fund itu tadi.
Berikutnya, pada waktu pembentukan APEC di Australia tahun 1989. Indonesia waktu itu adalah ketua standing committee dari ASEAN. Jadi beliau mewakili ASEAN dalam pembahasan pendirian APEC. Dan saya kira sampai dengan sepuluh tahun pertama, peranan ASEAN dalam APEC cukup besar.