Mengenang Ali Alatas

Dubes Soemadi: Tulisan Pak Ali Sangat Rapi

Itu saya kira karena rambu-rambu yang telah ditanamkan Pak Ali Alatas mengenai pentingnya ASEAN di dalam APEC. Jadi, pada waktu itu, dengan adanya APEC, ASEAN bukan tergerus, bukan disisihkan. Istilahnya ASEAN adalah “at the driver seat”- ASEAN yang mengemudikan. Ya mungkin sekarang sudah sedikit lain karena ada perluasan APEC dan perluasan ASEAN.

Ketiga, pidato-pidato beliau itu selalu bagus. At least rumusan akhirnya selalu beliau sendiri yang mengerjakan. Beliau punya bakat, bahkan saya sebut kegemaran untuk merumuskan pidato-pidato yang bagus.

Apa pidato almarhum yang paling berkesan?
Banyak, tapi satu yang kebetulan saya ikut bantu saat kerja sama tentang Indian Ocean, kami katakan bahwa Samudra Atlantik adalah samudra masa lalu. Samudra Pasifik adalah samudra masa kini, dan Samudra Hindia akan menjadi samudra masa depan. Sayangnya, kerja sama itu sendiri masih tertatih-tatih padahal itu sangat penting karena Indonesia terletak antara dua samudra, Pasifik dan Hindia. Pasifik sudah masuk APEC. Nah, Hindia ini kita tunggu..

Bagaimana hubungan Pak Ali dengan keluarganya?
Satu hal yang mengesankan bagi saya adalah dalam satu kesempatan beliau pernah mengatakan: Kalau istri seorang dokter itu takut darah, si dokter masih bisa jadi dokter yang baik. Kalau istri seorang pilot itu takut terbang, sang pilot masih bisa jadi pilot yang baik. Tetapi kalau istri diplomat tidak punya perhatian terhadap masalah-masalah pergaulan internasional dan diplomasi, jangan harap diplomat itu menjadi diplomat yang baik. Jadi peranan istri atau suami dalam pekerjaan diplomasi itu sangat besar. Sebagai seorang yang sopan, beliau memang tidak pernah memuji istrinya secara langsung. Namun anak buahnya bisa melihat betapa serasinya mereka. Bukan hanya sebagai atasan saja beliau menjadi panutan, tetapi sebagai kepala keluarga, beliau bisa menjadi panutan.

Kapan terakhir bertemu almarhum?
Lebaran lalu waktu kami datang ke acara open house beliau. Setelah itu kebetulan kami tidak bertemu. Sayang sekali pada waktu beliau dirawat di rumah sakit Medistra, saya dan istri saya berangkat ke sana..kami tiba pukul setengah 2, tetapi terlambat karena Pak Ali sudah dibawa ke Singapura.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Ayah Meghan Markle Terseret Kasus Pornografi Anak, Sebelumnya Pamer Kisah Cinta dengan Perawat Muda Beda 36 Tahun
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut