Siswi Melahirkan di Toilet Sekolah, Potong Tali Pusar Pakai Pulpen

Ilustrasi bayi.
Ilustrasi bayi.
Sumber :
  • ISTOCK/BBC.com

VIVA Dunia – Mayat bayi ditemukan di dekat toilet sekolah negeri di kota Chidambaram, distrik Cuddalore, Tamil Nadu, India. Empat hari setelah penemuan mayat bayi tersebut, polisi mengetahui bahwa bayi tersebut dibawa oleh seorang siswi kelas 11 sekolah tersebut.

Dilansir India Times, Jumat, 23 September 2022, siswi kelas 11 setelah melahirkan lalu menaruh bayi di toilet sekolah, dan meninggalkannya di semak-semak.

Polisi menginterogasi siswi kelas 11 tersebut dan mengakui bayi tersebut adalah anaknya. Dia mengaku melahirkan bayi tersebut di toilet sekolah. 

Janin di dalam kandungan.

Janin di dalam kandungan.

Photo :
  • U-Report

"Di sana (toilet), dia melahirkan. Meskipun dia mengatakan itu adalah kelahiran mati, kami menduga bayi itu mungkin meninggal karena dia tidak dibantu selama persalinan," kata seorang sumber polisi kepada The New Indian Express.

Gadis 16 tahun itu langsung dievakuasi ke rumah sakit oleh polisi, setelah melahirkan.

"Gadis itu diduga memotong tali pusarnya sendiri menggunakan pena dan kembali ke kelas sesuai pernyataan awalnya," imbuhnya

Polisi menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat pekan lalu, ketika salah satu siswa sekolah negeri di wilayah tersebut menemukan bayi ditinggalkan di semak-semak dekat dinding kompleks sekolah. 

Siswa itu memberi tahu asisten kepala sekolah yang kemudian melaporkan temuan itu ke polisi. Tim investigasi telah mengidentifikasi gadis itu pada hari Jumat mengaku merasakan sakit saat akan melahirkan. Saat itu, ia tengah berada di dalam kelas dan pergi ke toilet.

Gadis itu juga mengakui bahwa tidak ada anggota keluarganya yang tahu bahwa dia hamil. Polisi pada Sabtu menahan beberapa tersangka termasuk kerabatnya, menurut laporan itu.

ilustrasi bayi.

ilustrasi bayi.

Photo :
  • Pixabay/woodypino

Jenazah bayi juga ditemukan oleh polisi dan dikirim untuk pemeriksaan postmortem di Rumah Sakit Pemerintah Kamaraj.

Polisi lantas menyelidiki tentang siapa ayah dari bayi tersebut. Setelah diselidiki, terungkap bahwa sang ayah dari bayi malang tersebut adalah pacar gadis itu. Dia merupakan adik kelasnya, siswa kelas 10 di sebuah sekolah swasta di desa itu.

Pacar gadis tersebut kemudian ditangkap polisi dan didakwa karena melakukan serangan seksual kepada anak yang diatur Undang-undang Perlindungan Anak dari (POSCO) 2012.

Anak laki-laki itu kemudian dikirim ke rumah remaja di mana dia dikirim ke rumah observasi.