Perjalanan Sejarah Hijab di Iran Sebelum dan Sesudah Revolusi

Poster evolusi gaya hijab di Iran oleh seniman Rahael di gelombang protes Mahsa Amini
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Dunia – Demonstrasi besar-besaran terjadi di Iran memprotes aturan berpakaian dan wajib berhijab yang dilakukan dengan ketat pemerintah negara itu pada perempuan.

Rusia Makin Ganas, NATO Siapkan Ribuan Senjata Nuklir

Protes juga dilakukan setelah kematian Mahsa Amini yang dianggap telah disiksa oleh polisi moralitas di dalam sel tahanan. 

Mengenai protes antihijab yang meluas di seluruh Iran, berikut revolusi Islam yang terjadi di Iran dan dampaknya terhadap gaya berhijab.

Uleh Bule di Bali, Hadang Pemotor Perempuan dan Menamparnya juga Ancam Karyawati Vila Pakai Sajam

Revolusi Islam pada 1979 membawa perubahan besar di Iran tidak terkecuali bagi perempuan. Salah satu area yang mendapat sorotan adalah cara wanita berpakaian dan menata rambut mereka.

Pemakaman Hadis Najafi di Iran

Photo :
  • Instagram via Observer France 24
Perayaan Idul Adha, Iran Beri Keringanan Hukuman ke 2.654 Narapidana

Shah (gelar untuk penguasa dibeberapa negara Asia Tengah dan Asia Barat, khususnya di Persia), pada 1930-an, melarang jilbab dan memerintahkan polisi untuk melepas jilbab secara paksa.

Namun pada awal 1980-an, otoritas Islam yang baru memberlakukan aturan berpakaian yang mewajibkan semua wanita mengenakan jilbab.

Sebelum Revolusi Islam

Universitas di Iran pada 1977

Belajar di Universitas Teheran pada tahun 1977, banyak wanita sudah mengenyam pendidikan tinggi pada saat revolusi, tahun-tahun berikutnya melihat peningkatan yang nyata atas jumlah perempuan yang mengenyam pendidikan hingga ke universitas.

Hal ini terjadi karena pihak berwenang berhasil meyakinkan keluarga konservatif yang tinggal di daerah pedesaan untuk mengizinkan anak perempuan mereka belajar jauh dari rumah.

"Orangtua mencoba untuk menghentikan perempuan untuk bersekolah di universitas, tetapi ada reaksi seperti mereka harus kembali ke universitas," kata Baroness Haleh Afshar, seorang profesor studi perempuan di University of York yang dibesarkan di Iran pada 1960-an.

"Beberapa orang terpelajar meninggalkan Iran, dan pihak berwenang mulai menyadari untuk menjalankan negara, mereka perlu mendidik pria dan wanita di Iran."

Unjuk rasa di Iran, massa potong rambut dan membakar kerudung

Photo :
  • Twitter via CNN International

Window Shopping di Iran pada 1976 

Sebelum revolusi, jilbab sudah banyak dipakai tetapi banyak wanita juga memilih untuk mengenakan pakaian gaya Barat, termasuk jeans ketat, rok mini dan atasan lengan pendek.  

"Sepatu tidak berubah dan hasrat untuk sepatu ada dalam diri kita semua! Wanita di Iran tidak berbeda dengan wanita di seluruh dunia, dan berbelanja hanyalah sarana bagi wanita untuk melepaskan diri dari stres sehari-hari," kata Afshar dikutip dari BBC.com, Rabu, 28 September 2022.

Piknik Hari Jumat di Iran pada 1976 

Keluarga dan teman cenderung berkumpul pada hari Jumat, yang merupakan hari akhir pekan di Iran.  

Piknik adalah bagian penting dari budaya Iran dan sangat populer di kalangan kelas menengah. Ini tidak berubah sejak revolusi. Bedanya, saat ini, pria dan wanita yang duduk bersama jauh lebih sadar diri dan lebih menahan diri dalam interaksi mereka.

Salon rambut di Iran pada 1977

Ini adalah pemandangan yang tidak lagi anda harapkan di Iran, tetapi setelah Revolusi Islam, penata rambut terus ada, kata Prof Afshar.

Saat ini, beberapa orang mungkin juga mengoperasikan salon rahasia di rumah mereka sendiri, di mana pria dan wanita dapat berbaur.

Berjalan Menyusuri Jalan Bersalju di Iran pada 1976

Anda tidak dapat menghentikan wanita berjalan di jalan-jalan Iran, tetapi Anda tidak akan melihat itu hari ini, anting-anting dan rias wajah dulu sangat jelas dipamerkan," kata Prof Afshar.

Ada konsep kesopanan di Iran, jadi saat ini wanita yang berjalan di jalanan cenderung mengenakan mantel sampai ke lutut dan syal.


Setelah Revolusi Islam

Wanita Berdemo Tentang Jilbab pada 1979

Segera setelah mengambil alih kekuasaan, Pemimpin Tertinggi baru Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini memutuskan bahwa semua wanita harus mengenakan jilbab, terlepas dari agama atau kebangsaan.

Wanita mengenakan jilbab di Iran.

Photo :
  • Morteza Nikoubazl/NurPhoto/Rex/Shutterstock.

Pada 8 Maret, Hari Perempuan Internasional, ribuan perempuan dari semua lapisan masyarakat turun ke jalan untuk memprotes undang-undang tersebut.


Protes di Luar Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Iran pada 1979 

Mahasiswa revolusioner menyandera puluhan staf kedutaan AS sementara ribuan demonstran anti-AS mengepung kompleks tersebut.

"Pada saat ini adalah normal untuk melihat berbagai jenis orang bersekutu dalam kebencian mutlak mereka terhadap Amerika di Iran," kata Prof Afshar.

Amerika dan Inggris memiliki sejarah panjang di Iran dalam mencoba mempengaruhi dan mengambil alih minyak di Iran, jadi ketidakpercayaan yang mengakar pada AS dan Inggris ini sudah berlangsung lama.

Keluarga Menuju Salat Jumat pada 1980

Salat Jumat adalah waktu bagi orang-orang yang beriman atau pendukung otoritas Islam yang tidak ingin dicap sebagai pembangkang untuk pergi keluar dan berkumpul, ini adalah momen solidaritas, kata Prof Afshar.

Tetapi mereka masih berada dalam wilayah laki-laki. Wanita tidak akan diizinkan masuk ke ruangan yang sama dengan pria, mereka akan duduk di area terpisah untuk berdoa, dan jauh dari pria.

Belanja Gaun Pengantin pada 1986

Gaun pengantin yang dipajang semuanya bergaya barat, wanita Iran pada dasarnya akan mengenakan apa yang mereka inginkan selama itu di balik pintu tertutup.

Pernikahan dan pesta seharusnya terpisah, jadi tidak masalah apa yang anda kenakan jika hanya ada tamu wanita yang hadir.

Tetapi ada pesta campuran yang masih berlangsung beberapa orang menyewa penjaga untuk menjaga pintu, yang lain membayar polisi setempat untuk menutup mata.

Tahun 2005

Tidak semua wanita di Iran memilih untuk mengenakan cadar hitam, jubah yang menutupi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki dan hanya memperlihatkan wajah. Banyak yang lebih suka memakai jilbab dan mantel yang longgar.


Pantai Laut Kaspia tahun 2005

Wanita Iran dilarang mandi di tempat umum dengan mengenakan pakaian renang. 

"Pria dan wanita tidak seharusnya berenang bersama, tetapi mereka menemukan cara untuk menyiasatinya dengan menyewa perahu untuk membawa mereka jauh ke laut, di mana mereka bisa berenang berdampingan," kata Prof Afshar.

Unjuk Rasa Pro-Hijab di Iran pada 2006

Lebih dari 25 tahun setelah revolusi, para wanita yang mendukung kelompok garis keras di negara itu menggelar aksi unjuk rasa mereka sendiri untuk memprotes atas kegagalan pihak berwenang untuk menegakkan hukum wajib hijab. Di sini, semua wanita mengenakan cadar hitam.

Menonton Sepak Bola dari Pusat Perbelanjaan Teheran pada 2008

Meskipun wanita tidak pernah secara resmi dilarang menonton pertandingan sepak bola pria di Iran, mereka sering ditolak masuk ke stadion dan beberapa dari mereka yang menerobos masuk telah ditahan.

Sebelum revolusi, perempuan diizinkan untuk menghadiri acara olahraga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya