Malaysia Temukan 4 Kasus COVID-19 Subvarian Omicron XBB

Petugas kesehatan di Malaysia bersiap melakukan tes COVID-19.
Sumber :
  • The Straits Times

VIVA Dunia – Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengatakan telah mendeteksi empat kasus COVID-19 subvarian Omicron XBB, yang diduga berperan memicu gelombang kecil di negara tersebut.

img_title Malaysia Waspadai Intel Israel di Negara Tetangga, Anwar Ibrahim Wanti-wanti Soal Ini

“Kita berpandangan bahwa tren (peningkatan kasus COVID-19) masih akan didorong oleh penularan varian Omicron. Dan kita meneliti bahwa yang menyebabkan peningkatan kasus adalah subvarian XBB yang telah menyebabkan peningkatan gelombang di Singapura baru-baru ini,” kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin dalam keterangan pers di Putrajaya, Senin 31 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Singapura baru saja melewati gelombang XBB, yang memakan waktu 3-4 minggu sebelum kasus penularan COVID-19 di sana menurun. Berdasarkan hasil penelitian genom, Institut Penelitian Medis telah mendeteksi empat kasus XBB di Malaysia, yang terdiri dari tiga pasien laki-laki dan satu perempuan dengan usia 25-51 tahun.

img_title KJMU Telat Cair, Pramono Minta Maaf dan Janji Dana Masuk Maksimal 6 November

Omicron varian baru Covid-19 (ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA/Shutterstock

Keempatnya merupakan warga negara Malaysia dan dikelompokkan sebagai pasien kategori 2, yaitu mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan ringan. Mereka menjalani isolasi selama seminggu, dan kontak dekat juga sudah terkawal, kata Khairy.

img_title Terseret Pengusutan Karhutla, Indofood Angkat Bicara soal Kebakaran Hutan dan Panggilan Pemerintah Singapura

Menurut dia, satu dari empat pasien tersebut merupakan kasus infeksi berulang. Ia mengatakan subvarian XBB dikenal sama dengan varian-varian sebelumnya, tetapi dapat menjangkiti lagi pasien COVID-19 yang sudah sembuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, KKM sedang mengkaji berdasarkan data yang ada di Singapura, apakah infeksi berulang oleh XBB terjadi lebih cepat atau tidak. Khairy sebelumnya mengatakan gelombang penularan COVID-19 akan datang dan pergi, jumlah kasus akan pasang dan surut, dan mungkin beberapa minggu ke depan trennya akan meningkat.

Meski penggunaan masker tidak lagi diwajibkan dan bersifat sukarela, kata dia, sekarang ini masyarakat sangat dianjurkan untuk menggunakannya, terutama di kawasan tertutup yang sesak pengunjung dan bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti warga berusia 50 tahun ke atas atau pengidap penyakit kronis. (Ant/Antara)

Pemandangan Kabut Asap akibat Karhutla Kalimantan di Singapura

Singapura Usut Karhutla, 5 Emiten Sinar Mas Kompak Buka Suara soal Pemanggilan Bos APP

5 emiten Sinar Mas menyampaikan klarifikasi ke BEI terkait pemanggilan petinggi APP oleh Singapura dalam penyelidikan karhutla yang memicu kabut asap lintas negara.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut