Bertemu Xi Jinping, Vladimir Putin: Teman Lamaku yang Baik

Xi Jinping bertemu Vladimir Putin di Moskow
Sumber :
  • Financial Times

VIVA Dunia – Presiden Rusia Vladimir Putin memuji Presiden China Xi Jinping, sebagai "teman lamaku yang baik" dalam sebuah artikel surat kabar yang diterbitkan di China pada malam kunjungan kenegaraan oleh presiden China yang akan menegaskan kembali ikatan kuat kedua pemimpin. 

img_title Xi Jinping Singkirkan Petinggi Militer China, Kini Hadapi Tantangan Bangun Ulang Struktur Komando

Kedua pemimpin, yang diyakini memiliki hubungan pribadi yang kuat, akhirnya bertemu empat mata pada Senin 20 Maret 2023 di Moskow, diikuti makan siang informal, kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, melansir The Guardian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah artikel yang ditulis untuk surat kabar China pada hari Minggu, Putin menyambut baik kesediaan China untuk memainkan apa yang disebutnya sebagai "peran konstruktif" dalam menyelesaikan "krisis" Ukraina.

img_title Xi Jinping 'Bersih-bersih' Petinggi Militer China, Kini Malah Hadapi Tantangan Mencari Pengganti

Vladimir Putin dan Xi Jinping pada pertemuan 4 Februari 2022

Photo :
  • Alexei Druzhinin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP

Presiden Rusia juga menyebut Xi sebagai "teman lama yang baik" dan mengatakan Rusia memiliki harapan besar untuk kunjungannya, kunjungan pertama pemimpin China ke Rusia sejak Putin meluncurkan invasi ke Ukraina tahun lalu. 

img_title Usai Pertemuan Trump dan Xi Jinping September lalu, 4 Hal Ini Masih Jadi Sorotan

Dalam artikel tersebut, Putin berkata: “Kami berterima kasih atas garis keseimbangan (Tiongkok) sehubungan dengan peristiwa yang terjadi di Ukraina, untuk memahami latar belakang dan penyebab sebenarnya mereka. Kami menyambut baik kesediaan China untuk memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan krisis," ujarnya. 

Xi Jinping pada gilirannya menerbitkan sebuah artikel di Rossiiskaya Gazeta, sebuah harian yang diterbitkan oleh pemerintah Rusia, di mana dia menyerukan “pragmatisme” di Ukraina.

Dia mengatakan proposal China, sebuah makalah 12 poin yang dirilis bulan lalu dan sebagian besar ditolak oleh Barat, mewakili "sebanyak mungkin kesatuan pandangan komunitas dunia".

Xi mengatakan perjalanannya ke Rusia bertujuan untuk memperkuat persahabatan antara kedua negara, “kemitraan menyeluruh dan interaksi strategis,” di dunia yang terancam oleh “tindakan hegemoni, despotisme, dan perundungan”.

“Tidak ada model pemerintahan universal dan tidak ada tatanan dunia di mana kata yang menentukan adalah milik satu negara,” tulis Xi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis mengatakan kunjungan Xi penting bagi Moskow. “China sejauh ini merupakan sekutu terpenting bagi Rusia,” kata Alexander Gabuev, pakar hubungan Rusia dengan China di Carnegie Endowment for International Peace.

“Bahwa Xi, pemimpin negara terkuat kedua di dunia, siap mengunjungi Moskow selama perang di Ukraina sangat simbolis,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut