Hamas Bebaskan 2 Sandera Warga Negara AS Berkat Campur Tangan Qatar
- Government of Israel via AP Photo
Israel – Hamas pada hari Jumat, 20 Oktober 2023, membebaskan seorang wanita Amerika Serikat (AS) dan putrinya yang masih remaja yang disandera di Gaza, menurut otoritas Israel. Ini merupakan pembebasan pertama dari sekitar 200 orang yang diculik kelompok militan tersebut dari Israel selama serangan mereka pada 7 Oktober.
Judith Raanan dan putrinya yang berusia 17 tahun, Natalie, dibebaskan Hamas dan telah keluar dari Jalur Gaza dan berada di tangan militer Israel, kata juru bicara militer.
Hamas mengatakan pihaknya membebaskan mereka karena alasan kemanusiaan berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Qatar, seperti dilansir AP News, Sabtu, 21 Oktober 2023.
Pembebasan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi akan serangan darat yang menurut Israel bertujuan untuk membasmi militan Hamas yang menguasai Gaza.
Brigade Al-Qassam, Sayap Militer Hamas Palestina
- AP Photo
Israel mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya tidak berencana untuk mengambil kendali jangka panjang atas wilayah Gaza, yang dihuni sekitar 2,3 juta orang.
Judith dan Natalie Ranaan disandera Hamas yang tinggal di pinggiran kota Chicago, sedang berada di Israel untuk merayakan hari raya Yahudi, kata keluarga tersebut.
Mereka berada di kibbutz Nahal Oz, dekat Gaza, pada 7 Oktober, ketika Hamas dan militan lainnya menyerbu kota-kota di Israel selatan, menewaskan ratusan orang dan menculik 203 lainnya.
Keluarga tersebut tidak mendengar kabar apa pun dari mereka sejak serangan itu, dan kemudian diberitahu oleh pejabat AS dan Israel bahwa mereka ditahan di Gaza, kata saudara laki-laki Natalie, Ben.
Presiden AS Joe Biden berbicara dengan dua sandera yang dibebaskan dan kerabat mereka. Komite Palang Merah Internasional, yang mengangkut warga Amerika yang dibebaskan dari Gaza ke Israel, mengatakan pembebasan mereka adalah “secercah harapan.”
Kerabat para tawanan lainnya menyambut baik pembebasan tersebut dan meminta lebih banyak orang untuk dibebaskan.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bekerja dengan mediator untuk membebaskan sandera jika keadaan keamanan memungkinkan. Kelompok itu menambahkan bahwa mereka berkomitmen terhadap upaya mediasi oleh Mesir, Qatar dan negara-negara lain.
Tentara militer Israel bersiaga di perbatasan Gaza
- AP Photo/Ohad Zwigenberg
Qatar mengatakan akan melanjutkan dialognya dengan Israel dan Hamas dengan harapan bisa memenangkan pembebasan semua sandera “dengan tujuan utama meredakan krisis saat ini dan memulihkan perdamaian.”