Donald Trump Olok-olok Biden: Serangan Iran ke Israel Tak Akan Terjadi Jika Saya Presiden

Kontestasi Trump Dan Biden
Sumber :
  • Kolase

Amerika Serikat – Mantan Presiden AS ke-45 Donald Trump mengungkapkan pendapatnya di platform media sosialnya Truth Social, ketika pasukan AS membantu Israel mencegat rudal Iran dan UAV yang diluncurkan ke Israel.

Terpopuler: Nasihat Mamah Dedeh Jika Keluarga Suami Nyakitin, Curhat CEO Starbucks Soal Karyawan

"ISRAEL SEDANG DISERANG!" tulis Trump. "Ini seharusnya tidak dibiarkan terjadi. Ini TIDAK akan pernah terjadi jika saya menjadi Presiden!,” tulis Trump.

Trump secara salah mengklaim bahwa "kebenarannya" adalah alasan Presiden Joe Biden meninggalkan rumahnya di Wilmington, Delaware untuk kembali ke Gedung Putih ketika situasi sedang berkembang. "Karena kemarahan universal, dan KEBENARAN saya, Joe Biden yang bengkok terpaksa kembali ke Gedung Putih malam ini, bukan besok. Bagus!" kata Trump.

Israel Tambah Pasukan Militer Untuk Serang Rafah

Donald Trump rilis sneaker

Photo :
  • The Independent

Trump juga membahas serangan Iran terhadap Israel selama rapat umum di Pennsylvania pada hari Sabtu pekan lalu. "Sebelum saya melangkah lebih jauh, saya ingin mengucapkan Tuhan memberkati rakyat Israel. Mereka sedang diserang saat ini," ujar Trump, melansir The Guardian, Selasa, 16 April 2024.

Hubungan Retak Dengan Mesir, Pejabat Israel Ketar-Ketir

“Mereka sedang diserang sekarang. Itu karena kita menunjukkan kelemahan yang besar,” katanya dalam rapat umum di Schnecksville, di Lehigh Valley, Pennsylvania. “Kelemahan yang kami tunjukkan sungguh luar biasa, dan itu tidak akan terjadi jika kami masih menjabat.”

Ketika konflik telah mengguncang Israel selama berbulan-bulan, Trump tidak banyak bicara secara terbuka tentang bagaimana ia akan menangani masalah ini jika ia mendapatkan masa jabatan kedua di Gedung Putih.

VIVA Militer: Perdana Meteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama Donald Trump

Photo :
  • NBC News

Trump sebelumnya mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebagai seseorang yang mengecewakan, sebelum AS membunuh seorang komandan penting Iran pada tahun 2020. Trump juga memuji Hizbullah, kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon yang dianggap teroris oleh AS, sebagai kelompok yang “sangat cerdas".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya