Bantu Israel Bunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Biden Katakan "Ini Hari Baik bagi Dunia"

Arsip foto - Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 25 Juli 2024.
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu Ajansi

Washington, VIVA – Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis, 17 Oktober 2024, bahwa Washington membantu Israel melacak pemimpin Hamas Yahya Sinwar.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

"Tak lama setelah pembantaian 7 Oktober (2023), saya memerintahkan personel Operasi Khusus dan profesional intelijen kami untuk bekerja berdampingan dengan rekan-rekan mereka di Israel guna membantu menemukan dan melacak Sinwar dan para pemimpin Hamas lainnya yang bersembunyi di Gaza," kata Biden dalam sebuah pernyataan, mengacu pada serangan lintas batas tahun lalu oleh Hamas, yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu muncul setelah juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengklaim bahwa Sinwar tewas dalam operasi militer di Jalur Gaza.

img_title Brutal! 3 Juta Buku Lenyap akibat Serangan Israel di Lebanon, Puluhan Perpustakaan Hancur

VIVA Militer: Tentara Israel mengelilingi mayat pemimpin Hamas, Yahya Sinwar

Photo :
  • X/@hoje_no

Biden mengatakan Sinwar bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Israel, Palestina, Amerika Serikat, dan warga negara dari lebih dari 30 negara, juga menuduhnya sebagai dalang serangan 7 Oktober di Israel.

img_title Kemlu RI Buka Suara Usai Israel Tolak Pesawat yang Diawaki Pilot WNI

"Ini adalah hari yang baik bagi Israel, bagi Amerika Serikat, dan bagi dunia," kata presiden AS itu, dikutip dari ANews, Jumat, 18 Oktober 2024.

Penasihat Keamanan Nasional Biden Jake Sullivan mengatakan, "Dengan bantuan intelijen Amerika, banyak dari para pemimpin ini, termasuk Sinwar, diburu dan dilacak, diusir dari tempat persembunyian mereka, dan dikejar."

Berbicara di dalam Air Force One dalam perjalanan ke Jerman bersama Biden, Sullivan mengatakan, "Sinwar jelas-jelas sedang melarikan diri".

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pada Jumat, 4 Oktober 2024, bahwa lebih dari 6 persen dari seluruh populasi Gaza tewas atau terluka seiring dengan hampir setahun kampanye brutal militer Israel di wilayah Palestina tersebut.

Photo :
  • ANTARA/Anadolu

Biden juga menyuarakan dukungannya bagi Israel untuk melenyapkan kepemimpinan dan struktur militer Hamas dengan mengatakan bahwa Hamas tidak lagi mampu melaksanakan serangan 7 Oktober lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang ada peluang untuk 'hari setelah' di Gaza tanpa Hamas berkuasa, dan untuk penyelesaian politik yang memberikan masa depan yang lebih baik bagi warga Israel dan Palestina," katanya.

"Yahya Sinwar merupakan hambatan yang tidak dapat diatasi untuk mencapai semua tujuan tersebut. Hambatan itu tidak ada lagi. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan," pungkasnya.

Ilustrasi Pesawat Boeing 777X

Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Pesawaat Austrian Airlines dengan nomor penerbangan OS82 tujuan Tel Aviv, Israel menuju Wina Austria harus melakukan pendaratan darurat di Bulgaria usai ancaman bom

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut