Starbucks PHK 1.100 Karyawan, Dampak Boikot?

Gerai Starbucks
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

Washington, VIVA – Jaringan kedai kopi Starbucks, yang berbasis di AS telah mengumumkan akan memberhentikan 1.100 pekerjanya. Hal itu disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) perusahaan Brian Niccol, pada Senin, 24 Februari 2025.

img_title Mitchell Baker Terpilih di MLS SuperDraft, Bintang Timnas Indonesia Bidik Karier Profesional

"Kami menyederhanakan struktur kami, menghilangkan lapisan dan duplikasi, dan menciptakan tim yang lebih kecil dan lebih gesit," katanya dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tujuan kami adalah untuk beroperasi lebih efisien, meningkatkan akuntabilitas, mengurangi kompleksitas, dan mendorong integrasi yang lebih baik. Semua dengan tujuan menjadi lebih fokus dan mampu mendorong dampak yang lebih besar pada prioritas kami," tambahnya, dikutip dari ANews, Selasa, 25 Februari 2025.

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Kopi Aceh di Starbucks Reserve Metropole, Jakarta.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Lis Yuliawati

Niccol juga berjanji untuk mempercepat layanan, meningkatkan pengalaman pemesanan melalui ponsel, dan mengembalikan suasana kafe perusahaan sebelumnya di dalam toko.

img_title Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

Diketahui, Starbucks mempekerjakan 16.000 pekerja korporat hingga September. Perusahaan menyatakan bahwa staf di bagian manufaktur, distribusi, pergudangan, dan pemanggangan serta karyawan kafe tidak akan terpengaruh oleh PHK tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengumuman terbaru dari jaringan kopi Amerika itu muncul di tengah boikot makanan yang berbasis di AS sebagai tanggapan atas dukungan Washington untuk Israel selama perang genosida di Gaza. Starbucks pun berjuang dengan serangkaian penurunan penjualan triwulanan.

Gubernur BI, Destry Damayanti

Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya  terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut