Trump Deportasi 200 Warga Venezuela

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Sumber :
  • Al Jazeera

Washington, VIVA – Pemerintahan Donald Trump telah mendeportasi lebih dari 200 warga Venezuela dari Amerika Serikat ke penjara di El Salvador, bahkan ketika seorang hakim federal memerintahkan mereka untuk kembali ke AS.

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak menentang pengadilan, tetapi pada saat yang sama berpendapat bahwa mereka memiliki hak untuk mengabaikan putusan hakim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seorang hakim di satu kota tidak dapat mengarahkan pergerakan kapal induk yang penuh dengan teroris asing yang secara fisik diusir dari tanah AS,” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip dari The Sundaily, Senin 17 Maret 2025.

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Photo :
  • AFP/Mandel Ngan

Seorang hakim federal di Washington, D.C., sebelumnya telah memblokir penerapan Undang-Undang Musuh Asing oleh Presiden Donald Trump, sebuah undang-undang abad ke-18 yang terkenal karena penggunaannya dalam mengumpulkan penduduk AS keturunan Jepang dan menempatkan mereka di kamp-kamp interniran tanpa diadili selama Perang Dunia II.

img_title Makin Gacor! Striker 197 Cm Timnas Indonesia Mitchell Baker Kembali Bikin Gebrakan di Amerika Serikat

Trump juga telah berupaya menggunakan kewenangan Undang-Undang yang jarang digunakan pada masa perang untuk segera mendeportasi para anggota yang diduga sebagai anggota Tren de Aragua, sebuah geng Venezuela yang telah dikaitkan dengan penculikan, pemerasan, dan pembunuhan kontrak.

Dalam sidang Sabtu malam, 15 Maret 2025, Hakim Distrik AS James Boasberg memblokir penggunaan undang-undang tersebut selama 14 hari, dengan mengatakan undang-undang itu merujuk pada "tindakan permusuhan" yang dilakukan oleh negara lain, yang setara dengan perang.

Selama persidangan, Boasberg mengatakan bahwa semua penerbangan yang membawa migran, yang diproses berdasarkan hukum tersebut harus kembali ke AS. Pemberitahuan tertulisnya masuk ke berkas perkara pada pukul 7:25 malam waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media tidak dapat memastikan kapan pesawat-pesawat yang membawa warga Venezuela yang dideportasi mendarat di El Salvador, tetapi rekaman yang dipublikasikan oleh pemerintah Salvador menunjukkan orang-orang didorong keluar dari pesawat di tengah kegelapan malam, dan di tengah pasukan keamanan yang besar.

“Ups... Terlambat,” kata Presiden El Salvador Nayib Bukele mengomentari sebuah postingan dengan judul “Hakim Federal memerintahkan penerbangan deportasi yang membawa terduga anggota geng Venezuela untuk kembali ke AS.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut