Trump Beri Surat Ancaman ke Pemimpin Tertinggi Iran

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Sumber :
  • Agence France-Presse (AFP)

Washington, VIVA – Surat Presiden AS Donald Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mencantumkan tenggat waktu dua bulan untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.

img_title AS-Iran Memanas, Trump Sebut Fasilitas Nuklir Bisa Dihancurkan dalam 10 Menit

Seorang pejabat AS dan dua sumber yang diberi pengarahan tentang surat tersebut mengonfirmasi tenggat waktu itu, meskipun masih belum jelas apakah waktu dimulai dari pengiriman surat atau awal negosiasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amerika dan Iran

Photo :
  • VOA

img_title Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan, Oposisi Israel Wanti-wanti Perang Baru dengan Iran

Surat tersebut dikirimkan kepada Khamenei melalui rantai diplomatik yang melibatkan utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Bin Zayed.

Witkoff menyerahkan surat tersebut kepada Zayed selama pertemuan di Abu Dhabi, setelah itu utusan UEA Anwar Gargash pergi ke Teheran untuk menyerahkannya kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

img_title Iran Tetapkan AU dan AL Inggris Organisasi Teroris

Khamenei pun mengecam taktik intimidasi setelah ancaman Trump. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan awal minggu ini bahwa surat tersebut masih dalam peninjauan dan tanggapan sedang disusun.

Trump juga menekankan niatnya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Sesuatu akan segera terjadi. Saya lebih suka kesepakatan damai daripada opsi lainnya, tetapi opsi lainnya akan menyelesaikan masalah," kata Trump dalam surat itu.

Pada tahun 2018, Trump juga secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Meskipun mematuhi perjanjian tersebut selama lebih dari setahun setelah penarikan AS, Iran secara bertahap mengurangi komitmennya, dengan alasan kegagalan penandatangan kesepakatan yang tersisa untuk melindungi kepentingannya.

VIVA Militer: Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran

Photo :
  • WGBH

Pemerintahan Trump telah mengisyaratkan kembalinya strategi "tekanan maksimum", dengan fokus pada sanksi ketat untuk mengekang program rudal balistik dan nuklir Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump pun menuntut Iran menghentikan dukungan untuk Houthi Yaman, dan bersumpah untuk menghancurkan kelompok tersebut.

Flávio Bolsonaro

Trump Bilang Flavio Bolsonaro Bisa Tinggal di AS Selama yang Dia Mau

Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden pekan lalu dari petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut