China Geram, Ancam Balas Negara yang Bersekutu Dagang dengan AS

Bendera Amerika Serikat (AS) dan China.
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua.

Beijing, VIVA - China pada Senin, 21 April 2025, mengatakan bahwa pihaknya dengan tegas menentang negara lain yang membuat perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS), yang dampaknya dapat merugikan Beijing.

img_title Bangladesh Gandeng Operator Pelabuhan Global, Strategi China Kuasai Jalur Laut Terhambat?

Melansir dari The Sundaily, mereka memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil "tindakan balasan" terhadap negara yang tetap nekat membuat perjanjian dagang dengan Washington.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer: Presiden China, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump

Photo :
  • Star Tribune

img_title Xpeng X9 Hantam Pohon dan Tiang Sampai Rusak Parah, Airbag Tak Mengembang

Sementara negara-negara lain di dunia telah dikenai tarif sebesar 10 persen, Tiongkok menghadapi pengenaan tarif hingga 145 persen untuk banyak produk.

Beijing telah menanggapinya dengan mengenakan bea masuk sebesar 125 persen untuk barang-barang AS.

img_title China dan Rusia Kompak Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

Sejumlah negara kini terlibat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menurunkan tarif, yang sejalan dengan perang dagang penuh Washington terhadap pesaing ekonomi utama AS, Tiongkok.

Beijing memperingatkan negara-negara lain untuk tidak mencari kesepakatan dengan Amerika Serikat yang mengorbankan kepentingannya.

"Peredaan tidak akan mendatangkan perdamaian, dan kompromi tidak akan dihormati," kata juru bicara kementerian perdagangan Beijing dalam sebuah pernyataan.

"Mengutamakan kepentingan pribadi sementara dengan mengorbankan kepentingan orang lain sama saja dengan mencari kulit harimau," sambung jubir kementerian perdagangan Beijing.

Persaingan Amerika Serikat (AS) Vs China.

Photo :
  • PressTV

Pendekatan itu, menurut peringatannya, pada akhirnya akan gagal di kedua sisi dan merugikan pihak lain.

“China dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan China,” ucap juru bicara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika situasi seperti itu terjadi, China tidak akan pernah menerimanya dan akan dengan tegas mengambil tindakan balasan,” pungkasnya.

Imigrasi Indonesia mendeportasi buronan interpol asal Tiongkok

Imigrasi Deportasi Warga Tiongkok Buronan Kasus Pencucian Uang

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mendeportasi warga negara Tiongkok berinisial SS, buronan interpol dalam kasus pencucian uang (money laundry) di negeri asalnya.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut