AS Cabut Visa 6 WNA yang 'Rayakan' Kematian Charlie Kirk

Presiden AS Donald bersama aktivis sayap kanan Charlie Kirk
Sumber :
  • White House

Washington, VIVA – Amerika Serikat (AS) mencabut visa 6 warga negara asing yang membuat komentar di media sosial yang dianggap "merayakan" pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk, menurut Departemen Luar Negeri AS.

img_title Kabur usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Dapat Visa AS

"Amerika Serikat tak punya kewajiban apapun untuk menyambut orang asing yang mengharapkan kematian terhadap seorang warga Amerika," kata Deplu AS melalui media sosial X pada Selasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Departemen Luar Negeri terus mengidentifikasi pemegang visa yang merayakan pembunuhan keji Charlie Kirk."

img_title Trump Imbau Warganya Tak ke Prancis: Kecuali Anda Suka Revolusi

Deplu AS menyatakan bahwa "warga asing yang memanfaatkan keramahtamahan Amerika sembari merayakan pembunuhan warga negara kami akan disingkirkan".

Identitas keenam WNA tersebut tidak diumumkan, namun masing-masing dari mereka diketahui berasal dari Argentina, Brasil, Jerman, Meksiko, Paraguay, dan Afrika Selatan.

img_title Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Kabur ke AS

Dalam kiriman mereka di media sosial X, Deplu AS membagikan tangkapan layar dari komentar-komentar warga negara asing tersebut dan menyatakan bahwa visa mereka telah dibatalkan.

Pengumuman tersebut disampaikan seusai Presiden AS Donald Trump menganugerahkan Medali Kebebasan secara anumerta kepada Charlie Kirk, yang ia sebut sebagai "pahlawan agung Amerika" dan "martir bagi kebebasan".

Charlie Kirk, aktivis pendukung penuh Trump tewas ditembak pada 10 September lalu saat berkampanye dengan mahasiswa di Utah Valley University di Kota Orem, 64 kilometer di selatan Salt Lake City, ibu kota negara bagian Utah.

Si terduga pelaku penembakan, Tyler Robinson (22), ditangkap seusai kejadian, dan menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.

Flávio Bolsonaro

Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Presiden Brasil yang Sah

Capres Brasil Flavio Bolsonaro mengeklaim dirinya sebagai presiden yang sah dan bersumpah akan memimpin pihak oposisi untuk melawan Luiz Inacio Lula da Silva

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut