Hamas Bersedia Lepas Kendali Gaza, Ini Syaratnya

VIVA Militer: Pasukan Hamas Palestina
Sumber :
  • Anadolu Agency

Gaza, VIVA – Gerakan Palestina Hamas mengaitkan pelucutan senjatanya dengan penerapan solusi dua negara untuk menyelesaikan masalah di Palestina, menurut laporan surat kabar pro-pemerintah Turki Hurriyet pada Rabu, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

img_title Survei: Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot Ungguli Netanyahu Sebagai Calon PM Israel

Sebelumnya pada Selasa 14 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jika Hamas tidak memenuhi janjinya untuk melucuti senjata, "kami (AS) akan melucuti senjata mereka."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Putaran kedua negosiasi telah dimulai di Prancis. Hamas menyatakan siap menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada pemerintahan teknokratis, tetapi mereka juga mengaitkan penyerahan senjatanya dengan perlu dicapainya solusi dua negara," kata sumber berita itu seperti dikutip oleh surat kabar tersebut.

img_title Prabowo Teriakkan 'Free Palestine' dan Kenakan Keffiyeh dalam Peringatan Seabad Gontor

VIVA Militer: Pasukan Hamas Palestina

Photo :
  • Associated Press (AP)

Pada Senin 13 Oktober, Presiden Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani dokumen komprehensif tentang gencatan senjata konflik Gaza.

img_title Trump Klaim AS Kini Pegang Kendali Greenland

Masih pada hari yang sama, gerakan Palestina Hamas juga telah membebaskan 20 sandera yang masih hidup yang ditawan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, sebagai bagian dari perjanjian dengan Israel.

Kantor Media Tahanan Palestina mengonfirmasi bahwa Israel sudah membebaskan pula sebanyak 1.718 tahanan Palestina yang ditahan di Gaza dan 250 narapidana lainnya yang menjalani hukuman penjara jangka panjang.

Rencana perdamaian Gaza yang terdiri dari 20 poin dari Trump diumumkan pada 29 September.

Rencana tersebut menyerukan gencatan senjata segera, dengan syarat pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokumen tersebut juga mengusulkan agar Hamas atau faksi bersenjata Palestina lainnya tidak memiliki peran di dalam pemerintahan Jalur Gaza dan bahwa kendali atas daerah kantong itu harus dialihkan kepada komite teknokratis yang diawasi oleh badan internasional yang dipimpin Trump. (Ant)

Ilustrasi hukuman gantung di Iran

Bocorkan Lokasi Rudal, Iran Eksekusi Pria yang Dituding Jadi Mata-mata Israel

Iran kembali menjatuhkan hukuman mati terhadap orang yang dituduh terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk Israel. Kali ini, seorang pria bernama Hossein Pedaran.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut