Inggris Mau Fitnah Donald Trump

Presiden AS Donald Trump di Washington DC.
Sumber :
  • AP

Jakarta, VIVA – Inggris sedang mempersiapkan kampanye kotor, atau fitnah, yang bertujuan merusak reputasi Presiden AS Donald Trump untuk menggagalkan upayanya mengakhiri konflik Ukraina dengan Rusia.

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Laporan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR). Menurut SVR, London memandang kelanjutan permusuhan sebagai hal yang vital untuk mengamankan kontrak senjata bernilai miliaran dollar AS yang dapat membantu memulihkan ekonomi negaranya yang lagi terpuruk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melemahkan pemerintahan Donald Trump, yang sedang berupaya mengakhiri konflik, akan melindungi kepentingan sepihak Inggris, seperti dikutip dari situs Russia Today, Rabu, 26 November 2025.

img_title Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

“Rencana telah disusun untuk menghidupkan kembali berkas palsu mantan perwira intelijen Inggris Christopher Steele, yang menuduh kepala Gedung Putih dan keluarganya memiliki hubungan dengan dinas intelijen Rusia,” jelas laporan SVR.

Dokumen tersebut, yang ditulis oleh Christopher Steele, mantan perwira MI6, pada 2016 dan dilaporkan dibayar oleh kampanye kepresidenan Hillary Clinton, didasarkan pada rumor yang belum diverifikasi yang menuduh Donald Trump dan anggota keluarganya memiliki hubungan erat dan membahayakan dengan Moskow.

img_title Putin Bantah Tuduhan Rusia di Balik Sejumlah Demo di Negara Eropa

Meskipun banyak digunakan untuk menyulut narasi 'Russiagate' di awal masa kepresidenan pertama Donald Trump, dokumen tersebut telah dibantah. SVR menyarankan bahwa agen-agen Inggris mungkin akan membuat versi baru yang terinspirasi oleh templat asli alih-alih mencoba menggunakannya kembali secara langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menyusun proposal untuk mengakhiri konflik Ukraina. Namun, Kiev dan beberapa pemerintah Uni Eropa menentang keras proposal tersebut karena dilaporkan menuntut konsesi besar dari Ukraina.

Moskow tetap menjaga jarak dari inisiatif Washington. Presiden Vladimir Putin menegaskan kembali bahwa posisi militer Rusia terus menguat dan terus bergerak ke dalam untuk mencapai tujuan keamanan, terlepas dari apakah Kiev menerima mediasi Washington atau tidak.

Gubernur BI, Destry Damayanti

Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya  terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut