Greenland Dihantam Megatsunami Setinggi Hampir 200 Meter

Ilustrasi gelombang tsunami
Sumber :
  • Istimewa

Greenland, VIVA – Pada tahun 2023, sebuah longsoran batu berskala besar terjadi di fjord terpencil di Greenland dan memicu megatsunami yang sangat jarang terjadi. Kejadian ini menjadi luar biasa bukan semata karena ukuran gelombangnya, melainkan karena lamanya tsunami tersebut bertahan. Selama berhari-hari, gelombang itu terus memantul di antara dinding curam Dickson Fjord, yang menciptakan denyut seismik berirama yang terekam hingga ke berbagai penjuru dunia.

img_title Donald Trump Ancam Rebut Greenland, Denmark Kirim Ratusan Pasukan

Longsoran yang terjadi secara tiba-tiba pada 16 September 2023 itu memicu megatsunami dengan ketinggian gelombang hampir mencapai 200 meter. Alih-alih mereda dengan cepat, gelombang justru terus berosilasi di dalam fjord selama sembilan hari. Stasiun seismik di seluruh dunia mencatat getaran halus yang berulang setiap 90 detik, sebuah sinyal yang seragam dan tidak biasa, sehingga sempat membingungkan para ilmuwan selama lebih dari sepekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jawaban atas misteri ini akhirnya ditemukan melalui data satelit. Terobosan penting datang dari satelit SWOT alias Surface Water and Ocean Topography milik NASA dan badan antariksa Prancis, CNES. Pada 17 September 2023, satelit tersebut melintas tepat di atas Dickson Fjord. Instrumen Ka-band Radar Interferometer (KaRIn) yang dibawanya berhasil merekam ketinggian permukaan air dengan detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.

img_title Denmark Kirim Ratusan Tentara Wajib Militer ke Greenland

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa permukaan air di dalam fjord tidak rata. Sisi utara fjord tercatat hingga 1,2 meter lebih tinggi dibandingkan sisi selatan, menandakan adanya gelombang besar yang bergerak bolak-balik. Data inilah yang akhirnya mengonfirmasi bahwa fjord tersebut mengalami osilasi air berkepanjangan akibat tsunami.

Pakar permukaan laut dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Josh Willis  menjelaskan bahwa momen tersebut sangat langka. Menurutnya, SWOT melintas tepat saat air sedang menumpuk tinggi di dinding utara fjord, sehingga para ilmuwan untuk pertama kalinya bisa melihat bentuk dan dinamika gelombang tsunami secara langsung.

img_title Warga Greenland Tolak Pembukaan Konsulat AS di Wilayahnya

“Ketahanan tsunami ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik Dickson Fjord itu sendiri. Fjord tersebut memiliki bentuk sempit dan dalam, menyerupai rongga tertutup, dengan lebar sekitar 2,7 kilometer dan kedalaman mencapai 540 meter. Dinding-dindingnya menjulang lebih dari 1.800 meter, menciptakan ruang alami yang berfungsi layaknya ruang resonansi,” demikian penjelasan NASA dikutip dari laman India TV, Jumat 30 Januari 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut