Trump: Iran Bisa Telepon AS Kalau Ingin Setop Perang

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Sumber :
  • White House

VIVA –Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Sabtu akhir pekan lalu, telah membatalkan perjalanan para negosiatornya, Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, dengan mengatakan tidak ada gunanya "duduk-duduk dan membicarakan hal yang tidak penting".

img_title Kepala Parlemen Iran Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei di Tengah Sorotan Publik

Meskipun gencatan senjata dalam perang AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada 8 April sejauh ini telah diperpanjang hingga batas yang tidak ditentukan, namun gelombang kejut ekonomi dari perang tersebut terus bergema di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi kebuntuan masih terjadi di Selat Hormuz, jalur air vital global, karena Iran membatasi pergerakan kapal yang melalui selat tersebut. Disisi lain, AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

img_title Iran Tegaskan Selat Hormuz dalam Kendalinya, Kapal Asing Terancam Rusak jika Langgar Aturan

Ditanya apakah penghentian perjalanan negosiator AS tersebut berarti kembalinya permusuhan terbuka dengan Iran, Trump membantahnya. "Tidak, itu tidak berarti demikian." 

Pada hari Minggu, Trump sepertinya melunak dengan mengatakan bahwa Teheran dapat menghubungi Washington jika ingin negosiasi untuk mengakhiri perang.

img_title Trump Tawarkan Hadiah Rp18 Miliar bagi Warga AS yang Bongkar Kecurangan Pemilu

"Saya katakan, kita tidak akan melakukan ini lagi. Kita memiliki semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kita, atau mereka dapat menghubungi kita, Anda tahu ada telepon, kita memiliki saluran yang aman dan bagus." kata Trump dilansir France24, Senin.

Trump berada di bawah tekanan domestik yang meningkat, dengan harga bensin di Amerika Serikat yang naik akibat penutupan Hormuz oleh Iran dan pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan pada bulan November.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada hari Minggu, melakukan safari diplomatik dengan melakukan perjalanan ke Oman sebelum kembali ke Pakistan dan kemudian menuju Moskow untuk melakukan pembicaraan diplomatik yang gencar, karena para mediator mendesak untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Teheran dan AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Iran ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kanan, berjabat tangan dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq selama pertemuan mereka, di Muscat.

Sebagai tanda bahwa upaya tidak langsung sedang berlangsung, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan "pesan tertulis" kepada Amerika melalui mediator Pakistan yang "berisi beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut