Presiden Kuba Curhat Ancaman Militer AS Semakin Berbahaya

Bendera Kuba
Sumber :
  • Wallpaper Flare

Jakarta, VIVA – Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengungkapkan curahan hatinya bahwa ancaman militer Amerika Serikat terhadap Kuba terus meningkat. Bahkan, telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

img_title Digugat ke MK, Penetapan 26 Anggota Wantimpres Disebut Sudah Sesuai Konstitusi

Hal itu disampaikan Diaz-Canel di akun pribadinya di platform X. Dia menambahkan penyerang di Kuba akan menghadapi rakyat yang memiliki tekad penuh untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) meningkatkan ancaman agresi militernya terhadap Kuba hingga ke tingkat yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya," tulis dia dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

"Komunitas internasional harus mencatat dan, bersama rakyat Amerika Serikat, menentukan apakah langkah kriminal semacam itu diizinkan berlangsung demi memuaskan kepentingan sebuah kelompok kecil yang kaya dan berpengaruh, didorong oleh keinginan membalas dendam dan mendominasi," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif berisi pembatasan terhadap institusi keuangan asing yang bertransaksi untuk individu atau perusahaan di Kuba dan harus tunduk pada sanksi AS.

img_title Presiden Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

Merespons pembatasan baru tersebut, Diaz-Canel menyebutnya sebagai cerminan akan kemelaratan moral Pemerintah AS. Dia juga menyebut pengetatan embargo itu menyebabkan kerusakan cukup signifikan akibat intimidasi dan arogansi kekuatan militer terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 29 Januari lalu, Presiden Trump meneken perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba serta menyatakan keadaan darurat dengan dalih ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Pemerintah Kuba menyebut AS memanfaatkan embargo energi untuk mencekik ekonomi nasional dan membuat kondisi kehidupan yang semakin tak tertahankan bagi masyarakat setempat. (Ant)

Wakil Panglima TNI yang juga Kepala BNPPDT, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Jembatan Ambruk di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Jenderal Maruli: Jadi Hadiah Natal dari Presiden

Warga di Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT, menanti pulihnya akses penghubung yang terganggu akibat ambruknya Jembatan Termanu sejak 2021.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut