Denny JA: Macron dan Prabowo, Dua Pemain Geopolitik yang Hebat

Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA bersalaman dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Sumber :
  • Istimewa

"Ia berkali-kali mengingatkan bahwa Eropa tidak boleh selamanya bergantung pada Amerika Serikat dalam urusan keamanan, teknologi, maupun ekonomi," katanya.

img_title Detik-detik Terakhir Listyo Sigit Sebelum Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo, Ternyata Sempat Lakukan Ini

Ketika banyak pemimpin memilih kenyamanan mengikuti arus, Denny JA menyebut Macron memilih jalur yang lebih sulit yaitu menjaga hubungan erat dengan Amerika Serikat, tetapi pada saat yang sama memperjuangkan ruang gerak independen bagi Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ia aktif dalam diplomasi Ukraina, mendorong agenda transisi energi, memperkuat posisi Prancis di Indo-Pasifik, dan berupaya menjadikan Eropa sebagai salah satu kutub utama dunia multipolar," ucapnya.

img_title Soal Aktor Intelektual di Atas Listyo Sigit dalam Penyadapan Presiden Prabowo, Yusril: Apakah Ada Pihak Asing?

Denny JA menjelaskan, Macron memahami satu hal penting dalam geopolitik abad ke-21 yakni kekuatan tidak lagi hanya lahir dari senjata. Kekuatan juga lahir dari teknologi, energi, diplomasi, budaya, dan kemampuan membangun koalisi.

“Macron adalah pemain geopolitik yang besar karena ia berani memikirkan posisi negaranya dalam sejarah, bukan sekadar dalam siklus pemilu berikutnya,” kata Denny JA.

img_title Reaksi Prabowo setelah Disadap Listyo Sigit dan Para Jenderal Kelompok Eks Kapolri, Yusril Beberkan Perintah Presiden

Di tengah ketidakpastian global, Macron tampil sebagai arsitek yang berusaha membangun kembali posisi Prancis dan Eropa dalam tatanan dunia yang sedang berubah.

Prabowo: Naga Asia yang Sedang Bangkit

Menurut Denny JA, Indonesia juga sedang menunjukkan kualitas kepemimpinan geopolitik yang semakin menonjol di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Belum genap dua tahun memimpin Indonesia, Prabowo telah membangun komunikasi yang intens dengan seluruh pusat kekuatan utama dunia. Ia aktif menjalin hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis. 

"Ini lima negara yang memiliki pengaruh sangat besar dalam arsitektur politik global dan kelimanya memiliki Hak Veto di PBB," ucapnya.

Yang menarik, kata Denny JA, hubungan tersebut tidak dibangun dalam semangat keberpihakan pada satu blok tertentu.

Prabowo dinilainya justru menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan yang semakin langka di era rivalitas geopolitik saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ia berbicara dengan Washington tanpa memusuhi Beijing. Ia menjalin hubungan erat dengan Beijing tanpa memutus hubungan dengan Barat. Ia membuka komunikasi dengan Moskow tanpa kehilangan kepercayaan negara-negara Eropa," katanya.

Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, menurut Denny JA, kemampuan seperti itu adalah aset strategis yang sangat berharga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut