Gempa M 5,9 Guncang Jepang, Warga Luka-luka

Ilustrasi gempa bumi
Sumber :
  • Ist

Jakarta, VIVA – Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang bagian timur, termasuk Tokyo, pada Minggu 23 Agustus 2026 dini hari. Guncangan tersebut berdampak pada layanan transportasi dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka.

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

Gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat dengan pusat gempa berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki. Episentrum gempa berada pada kedalaman sekitar 68 kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Guncangan mencapai intensitas 5 lemah dalam skala seismik Jepang yang memiliki tingkat maksimum 7. Intensitas tersebut tercatat di sejumlah wilayah Prefektur Ibaraki dan bagian tengah Tokyo.

Dampak gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain. Guncangan dengan intensitas 5 lemah tercatat di beberapa daerah di Prefektur Saitama dan Chiba. Di Tokyo, intensitas yang sama terdeteksi di Distrik Adachi, sedangkan kawasan ibu kota lainnya mengalami guncangan dengan intensitas lebih rendah.

img_title Bukan Cuma di Pulau Jawa yang 'Panas Menyengat', Jepang Juga Alami Suhu Tak Biasa di Akhir Oktober

Sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan pada awal jam operasional setelah gempa. Informasi tersebut disampaikan JR East bersama sejumlah operator kereta lainnya.

Gempa juga menyebabkan sejumlah warga terluka. Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan seorang pria muda dan perempuan berusia sekitar 70 tahun mengalami luka di Saitama, wilayah utara Tokyo.

Tiga orang lainnya dilaporkan terluka di Kawasaki, kota yang berada tepat di sebelah selatan Tokyo.

Di Distrik Koto, Tokyo, sebuah pipa saluran air utama dilaporkan pecah. Pemerintah Metropolitan Tokyo masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan gempa.

Sementara itu, operator pembangkit listrik tenaga nuklir melaporkan tidak menemukan kondisi abnormal di sejumlah fasilitas nuklir.

Tidak ada kelainan yang dilaporkan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai No. 2 di Prefektur Ibaraki. Kondisi serupa juga dilaporkan di PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan melalui media sosial bahwa dirinya telah meminta para pejabat segera memeriksa tingkat kerusakan yang ditimbulkan gempa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menginstruksikan agar informasi mengenai situasi di lapangan disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

JMA kemudian meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan intensitas hingga 5 lemah selama satu pekan setelah gempa utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut