Selat Hormuz Memanas, Iran Ancam Balas Serangan AS

Ilustrasi militer AS blokade Selat Hormuz.
Sumber :
  • AI ChatGPT

VIVA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan jika Teheran tidak mencari perang tetapi juga tidak akan pernah tinggal diam dalam menghadapi agresi apa pun.

img_title Harga Minyak Dunia Bangkit usai Laporan Serangan AS ke Iran, Brent Tembus US$105

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian, Senin, 31 Agustus 2026, dalam komentar pertamanya sejak serangan Amerika Serikat (AS) di Pulau Larak, Iran, Minggu, pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan Iran akan membalas dengan tegas setiap serangan lebih lanjut dan akan memberikan tanggapan yang tegas kepada para agresor jika diserang.

img_title Ledakan Terdengar di Iran saat Negosiasi dengan AS Berlangsung, Apa yang Terjadi di Selat Hormuz?

“Ketidakstabilan dan kerusuhan di kawasan tidak menguntungkan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua pihak,” katanya sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.

Sebelumnya, pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang menandai serangan pertama AS di wilayah Iran sejak akhir Juli, kata seorang pejabat AS kepada Axios.

img_title Perang AS-Iran Masuk Bulan Kesembilan, Vance Ungkap Syarat Damai soal Nuklir

Operasi tersebut menargetkan sistem yang diduga sedang disiapkan untuk meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas atau terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan memberikan balasan.

Kantor berita Tasnim di Iran melaporkan bahwa informasi awal menunjukkan serangan tersebut dilakukan oleh drone. Selain itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim bahwa serangan terbarunya terhadap Iran bertujuan untuk mencegah pasukan negara itu menebarkan ranjau di Selat Hormuz.

"Pasukan AS melakukan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan IRGC yang melakukan penebaran ranjau dan menimbulkan ancaman langsung di Selat Hormuz," kata CENTCOM di X.

Komando tersebut mengklaim serangan itu bertujuan untuk melindungi pelayaran komersial dan menjamin kelancaran arus perdagangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jurnalis Axios, Barak Ravid, melaporkan dengan mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya bahwa AS diduga menyerang peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Selanjutnya, Press TV melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz serta ke pangkalan-pangkalan militer AS di Asia Barat.

Presiden AS Donald Trump.

Iran-AS Belum Resmi Berdamai, Harga Minyak Dunia Sehari Jatuh Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir

Sehari jelang Pemilu Sela Amerika Serikat pada 4 November kabar baik sudah berhembus. Harga minyak dunia serempak turun dalam sehari terakhir ke tingkat harga terendah

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut