Iran Makin Berani Lawan AS, Bertekad Lanjutkan Konflik!

Mural Donald Trump di Peti Mati di Iran
Sumber :
  • Iran Internasional

VIVA – Iran disebut semakin percaya diri dengan kemampuan militernya dalam menghadapi Amerika Serikat. Teheran bahkan dinilai memiliki tekad untuk mempertahankan konflik dengan Washington hingga berbulan-bulan, meski tekanan dari AS terus meningkat.

img_title Jelang Pemilu AS, Israel Tingkatkan Kesiagaan Militer di Tengah Ancaman Iran

Penilaian tersebut muncul berdasarkan laporan intelijen terbaru Amerika Serikat yang dikutip The New York Times pada Jumat. Informasi itu menggambarkan bahwa Iran belum menunjukkan tanda-tanda kuat untuk segera mengakhiri permusuhan atau menerima tuntutan yang diajukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut belum terdapat cukup indikasi bahwa Teheran bersiap mencapai kesepakatan dengan Washington sebelum pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026 mendatang.

img_title Pembatasan Imigrasi Tetap Jadi Kampanye Donald Trump Jelang Pemilu Sela

Situasi ini menjadi perhatian karena konflik AS-Iran hingga kini belum menemukan titik penyelesaian permanen. Eskalasi yang sebelumnya diharapkan mereda justru kembali terjadi setelah kedua negara sempat mengambil langkah untuk menghentikan permusuhan.

Iran Dinilai Makin Yakin Serang Pangkalan AS

img_title Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang

Dalam laporan intelijen tersebut, Iran disebut semakin yakin terhadap kemampuannya melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Keyakinan tersebut dinilai turut memengaruhi sikap Teheran dalam menghadapi tekanan Washington. Iran dianggap tidak menunjukkan keinginan untuk buru-buru memenuhi tuntutan Amerika Serikat demi mengakhiri konflik.

Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya juga belum memberikan kepastian mengenai kapan konflik dengan Iran akan berakhir.

Awal pekan ini, Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui kapan permusuhan antara Washington dan Teheran akan berakhir. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS sendiri belum memiliki kepastian mengenai durasi konflik yang terus berlangsung.

Ketegangan antara kedua negara bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangkaian serangan balasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konflik yang semula berkembang menjadi konfrontasi terbuka itu sempat memasuki fase deeskalasi. Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan permusuhan.

Namun, upaya tersebut tidak berlangsung lama. Kedua pihak kembali terlibat dalam aksi saling serang sehingga kesepakatan untuk meredakan ketegangan tidak mampu menghentikan konflik secara permanen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut