Siap-siap Perang Minyak di Falkland

Pesawat terbang saat melintas di atas Kepulauan Falkland / Malvinas.
Sumber :
  • REUTERS/Marcos Brindicci

VIVA - Rencana Presiden Argentina Javier Milei menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak yang melakukan pengeboran lepas pantai di Kepulauan Falkland / Malvinas kembali memanaskan sengketa lama dengan Inggris, seperti dikutip dari Reuters.

img_title Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Langkah ini juga menempatkan sejumlah investor asal Israel di tengah persoalan kedaulatan yang pernah memicu perang Argentina vs Inggris pada 1982.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Milei, yang dikenal sebagai salah satu pendukung kuat Israel, secara khusus menyoroti proyek minyak Sea Lion saat mengumumkan kebijakan tersebut.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Sanksi berpotensi menyasar perusahaan, pemegang saham, direktur, hingga pemasok yang terlibat dalam aktivitas minyak dan gas di Falkland / Malvinas.

Sea Lion dioperasikan Navitas Petroleum, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Tel Aviv dan menguasai 65 persen proyek. Kepala Eksekutif Sea Lion, Gideon Tadmor, salah satu tokoh penting industri energi Israel, memiliki sekitar 9 persen saham Navitas.

img_title Brutal! 3 Juta Buku Lenyap akibat Serangan Israel di Lebanon, Puluhan Perpustakaan Hancur

Sementara itu, 35 persen saham Sea Lion dimiliki Rockhopper Exploration yang tercatat di London, Inggris. Sejumlah investor asal Israel, termasuk Noked Capital, Brosh Funds, dan ION Fund Management, masuk dalam jajaran pemegang saham terbesar Rockhopper.

Navitas dan Rockhopper menegaskan proyek tersebut berjalan berdasarkan lisensi yang sah dari Pemerintah Kepulauan Falkland / Malvinas dan mendapat dukungan Inggris.

Keduanya juga menyatakan tidak memperkirakan ancaman Milei akan berdampak besar terhadap pengembangan Sea Lion.

Ladang minyak Sea Lion yang terletak 140 mil di utara Kepulauan Falkland / Malvinas menyimpan potensi raksasa sekitar 1,7 miliar barel minyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proyek senilai US$2,2 miliar (Rp38,78 triliun) itu ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 dengan kapasitas awal 50.000 barel per hari. Sengketa ini membuktikan bahwa perebutan hak atas sumber daya alam kerap melintasi batas diplomasi politik yang rumit.

Argentina sejak awal menolak eksplorasi tersebut dan menganggap lisensinya ilegal. Pemerintahan Presiden Javier Milei kini kembali menegaskan klaim kedaulatan atas Falkland / Malvinas, meski Buenos Aires juga memastikan kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk merusak hubungan dekat Argentina dengan Israel.

Pemain Persib Bandung, Mariano Peralta

Dulu Gacor di Borneo FC, Performa Mariano Peralta Anjlok Drastis di Persib

Sempat berstatus pemain terbaik, Mariano Peralta kini disorot usai bikin blunder fatal dan mencatatkan performa anjlok di awal musim bersama Persib Bandung.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut