Netanyahu ‘Serang’ Wali Kota New York Mamdani di Sidang PBB, Ada Apa?
- Reuters
VIVA –Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang hadir dalam sidang umum PBB memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerang para pengkritiknya serta negara-negara sekutu. Tak hanya itu saja, kehadirannya Kamis Waktu setempat di sidang PBB juga memicu kericuhan.
Dalam pidatonya di hadapan UNGA, Netanyahu menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani, para pengkritik Israel, serta para pemimpin Iran. Ia juga melontarkan kritik kepada negara-negara sekutu seperti Inggris dan Prancis.
Menariknya puluhan utusan dari berbagai negara meninggalkan ruang sidang saat pidato Netanyahu dimulai. Sebagian bahkan mencemooh dan meneriakkan ejekan. Sementara itu, delegasi Netanyahu berdiri dan bertepuk tangan, hingga pimpinan sidang meminta mereka untuk tenang.
"Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan keluar sekarang," kata Netanyahu kepada mereka yang meninggalkan ruang sidang dikutip dari laman Al Jazeerah, Jumat 25 September 2026.
Netanyahu juga sempat membahas perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari. Ia mengatakan, menghancurkan fasilitas nuklir Iran adalah sesuatu yang sulit, sangat sulit dilakukan.
"Namun bagi saya, itu adalah salah satu keputusan termudah yang pernah saya ambil sebagai perdana menteri," ujarnya.
Netanyahu mengklaim, jika dirinya tidak mengambil keputusan tersebut, maka semua orang akan mati.
Dalam pidatonya di hadapan UNGA Netanyahu juga membahas tentang Israel yang sedang menghadapi perang di tujuh front, yang mencakup Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Suriah, Lebanon, Iran, kelompok Houthi di Yaman, serta milisi di Irak.
"Kami akan menang. Kami tidak punya pilihan lain," tegas Netanyahu.
Kritik terhadap negara sekutu
Inggris dan Prancis, yang selama ini menjadi mitra bersejarah Israel, juga menjadi sasaran kritik Netanyahu. Kedua negara semakin terbuka dalam mengecam tindakan Israel dan telah memberlakukan sejumlah sanksi terbatas terhadap ekspor Israel dari Tepi Barat yang diduduki.
"Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil ini, melakukan kolonialisme, semacam kolonialisme. Dan siapa yang menuduh kami? Di antaranya adalah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, merekalah yang menciptakan istilah tersebut," kata Netanyahu.