Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Ilustrasi Bendera Kolombia
Sumber :
  • ANTARA/AI-BPY

Jakarta, VIVA – Kolombia menyatakan secara resmi telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran karena masalah keamanan nasional dan hemisferik, terkait dengan kelompok-kelompok teroris internasional dan narkoteroris, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

img_title Mehrdad Akhlaqi Ketabchi Jadi Menteri Pertahanan Baru Iran, Langsung Peringatkan Trump

Dalam sebuah pernyataan, Kamis (24/9), Kementerian Luar Negeri Kolombia mengatakan keputusan tersebut mulai berlaku pada 19 September dan didasarkan pada prioritas kebijakan luar negeri pemerintah, termasuk perang melawan kejahatan transnasional dan perlindungan keamanan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolombia juga mempertimbangkan dugaan pelanggaran HAM, serangan terverifikasi terhadap negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah, serta blokade Selat Hormuz.

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

Selain itu, Pemerintah Kolombia menyoroti apa yang disebutnya sebagai upaya penghalang otoritas Iran terhadap upaya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi cakupan program nuklir Iran.

"Fakta-fakta tersebut telah mengikis kepercayaan Kolombia terhadap Pemerintah Republik Islam Iran," menurut pernyataan Kemlu Kolombia.

img_title Arab Saudi Sebut Iran Dalang di Balik Serangan Houthi

Namun demikian, Pemerintah Kolombia menegaskan pemutusan hubungan diplomatik tersebut tidak mencakup pemutusan hubungan konsuler.

Kemlu Kolombia mengatakan layanan konsuler tetap berjalan sesuai ketentuan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler.

Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella mulai menjabat pada Agustus dan melakukan perubahan dalam kebijakan hubungan luar negeri negaranya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintahan de la Espriella juga mempercepat upaya memulihkan hubungan Kolombia dengan Israel.

Sikap Espriella itu berlawanan dengan sikap pendahulunya, Gustavo Petro, yang mengambil sikap keras terhadap Israel terkait perang di Gaza. (Ant)

Ilustrasi kapal di Selat Hormuz

Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Target serangan baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diungkap jika perang berlanjut yakni kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut