Barak: Israel Mampu Bertahan Diserang Iran

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak
Sumber :
  • Reuters Photo

VIVAnews - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengklaim militernya dapat menghancurkan fasilitas nuklir Iran dan bertahan dari serangan balasan. Barak mengatakan korban sipil yang mungkin jatuh akibat serangan Iran juga tidak banyak, hanya ratusan.

Seperti dilansir Telegraph, Selasa 8 November 2011, Barak mengatakan bahwa serangan Israel atas Iran mungkin terjadi, menyusul laporan PBB mengenai semakin majunya pengetahuan membuat senjata nuklir di Iran. Ditambah lagi pemberian sanksi atas Iran yang tidak jelas, karena kubu dunia terpecah, antara pendukung dan penentang Iran.

Barak mengatakan Israel dapat melancarkan serangan udara dan menghancurkan fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Tentu saja, ujarnya, Iran akan melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal jarak jauhnya. Serangan dari Iran juga akan memicu serangan bantuan dari Hizbullah dan Hamas ke wilayah Israel.

Namun, dia membantah serangan-serangan tersebut akan menghancurkan Israel secara keseluruhan. Dia mengatakan bahwa Israel dapat bertahan dan selamat dengan hanya sedikit korban jatuh dari warga sipil.

"Tidak mungkin mencegah kerusakan. Memang tidak akan menyenangkan. Tapi tidak ada skenario 50 ribu orang tewas, atau 5 ribu yang terbunuh--jika warga tetap di rumah saat penyerangan, mungkin korban sipil tidak lebih dari 500 orang," kata Barak.

Kendati AS dan negara-negara Barat menentang program nuklir Iran, namun sanksi yang lebih berat atau agresi militer oleh Dewan Keamanan PBB tidak dapat dijatuhkan karena oposisi dari China dan Rusia.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa serangan ke Iran hanya akan menyebabkan kehancuran di Timur Tengah. Sementara itu China lebih memilih jalur diplomasi dan perundingan untuk menyelesaikan masalah nuklir di Iran.