Paus Fransiskus: Tuhan Menebus Semua Umat Manusia, Bahkan Ateis

Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus.
Sumber :
  • REUTERS/Giampiero Sposito

VIVAnews – Majalah TIME menobatkan Paus Fransiskus sebagai tokoh tahun ini. Pancaran kasih sayang dan aura gembiranya membuat dia menjelma bagai bintang rock.

TIME, 11 Desember 2013, mengisahkah betapa lebih dari 3 juta memenuhi Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, musim panas lalu, untuk melihatnya. Betapa kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, larut dalam kegembiraan begitu melihat kemunculan sang Paus.

Di Italia, Fransesko menjadi nama bayi pria paling populer. Gereja melaporkan, “efek Fransiskus” membuat umat Katolik yang murtad kembali menghadiri Misa.

Fransiskus dengan cekatan memanfaatkan daya tariknya di hadapan media dengan menyinggung berbagai isu penting dunia agar perhatian masyarakat global terarah pada hal itu, seperti yang ia lakukan ketika mengalirkan doa-doa untuk perdamaian di Suriah.

Paus Fransiskus menyerang imam yang tidak mau membaptis anak yang dilahirkan di luar nikah, dan menyebut para mereka terlalu ‘ketat’ dan munafik. Sang Paus justru menawarkan diri untuk membaptis bayi dari seorang wanita yang bercerai – yang mantan suaminya ingin dia menggugurkan kandungannya.

Mantan kardinal asal Argentina itu bahkan dengan lantang mengatakan, “Tuhan telah menebus semua umat manusia, bukan hanya Katolik, tapi semua orang, bahkan ateis.” Paus ini pula yang berpose di depan kamera bersama aktivis lingkungan hidup sambil memegang kaos antiperdagangan manusia, dan menyerukan kepada politisi dan pengusaha untuk menjadi “pelindung ciptaan Tuhan.”

Di luar semua itu, Paus Fransiskus tidak menjadi liberal. Dia mengatakan, soal imam laki-laki, aborsi, dan definisi pernikahan, bukan subyek perdebatan.

Alih-alih sibuk melayani debat publik terkait isu-isu kontroversial yang selama ini biasa menjadi perhatian gereja, sang Paus menekankan perhatiannya pada kaum miskin – dan fakta bahwa 50 persen orang termiskin dunia dikontrol oleh 1 persen dari kekayaan milik kalangan yang membela kapitalisme sebagai program pengentasan kemiskinan paling berhasil dalam sejarah dunia.

TIME menyatakan, Paus Fransiskus tidak hidup di istana kepausan yang dikelilingi tembok, tapi di sebuah hostel yang dikelilingi imam. Dia berdoa sepanjang waktu, bahkan ketika menunggu giliran periksa di dokter gigi. Dia menaruh mobil dinas Mercedes-nya di garasi, dan memilih memakai Ford Focus. Tak ada salib emas, hanya besi melingkar di lehernya.

Jangan hanya berkhotbah, tapi dengarkan. Jangan hanya memarahi, tapi sembuhkan. Itulah prinsip Paus Fransiskus. Dia tidak pernah mau menghakimi tingkat keimanan umatnya. Bagi dia, gereja adalah rumah sakit. Tugas utamanya untuk menolong yang terluka, bukan menanyakan kadar kolesterol (keimanan) dari orang yang terluka.

“Untuk membawa kepausan keluar dari istana dan turun ke jalan, untuk komitmennya dalam menyeimbangkan penghakiman dengan belas kasihan, Paus Fransiskus adalah Tokoh Tahun 2013 versi TIME,” tulis majalah itu. (sj)

Baca juga:

Paus Fransiskus: Ikat Koruptor di Batu, Lempar ke Laut

Paus Fransiskus Sering Telepon Langsung Jamaah