Ini Isi Dokumen yang Dihasilkan di KAA
- Antara/aacc2015/Agus Bebeng
"Saya yakin kerangka komprehensif NAASP ini akan membuat bab baru dalam kerja sama Asia-Afrika," kata mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu Senin kemarin.
Terdapat satu poin di butir keempat yang dianggap kritikal dan sempat diperdebatkan oleh para delegasi Asia-Afrika ketika dokumen tersebut dibahas di pejabat tinggi senior (Senior Official Meeting). Isinya mengenai seruan terhadap upaya untuk mereformasi PBB, termasuk di dalamnya Sidang Umum dan reformasi Dewan Keamanan.
Menurut seorang pejabat Kementerian Luar Negeri RI, Benua Afrika menuntut adanya perwakilan mereka di Dewan Keamanan PBB sebagai anggota tetap. Sementara, jika hingga mengubah struktur anggota DK, negara-negara besar kecil kemungkinan akan membiarkan itu terjadi.
Program nyata lainnya tertulis di butir ke-24 yakni mengenai inisiatif Tiongkok untuk menyediakan kuota sebanyak 100 ribu bagi warga Asia-Afrika untuk membangun negara mereka dalam kurun waktu lima tahun.
"Negara peserta sepakat untuk membentuk pusat kerja sama di Tiongkok dan menggelar sebuah simposium internasional dengan tema sesuai dengan Semangat Bandung tahun ini," tulis dokumen itu.
Para peserta turut menyambut baik total 350 ribu orang dalam lima tahun ke depan yang telah dibantu. Negara Asia-Afrika juga berkomitmen untuk menyediakan pendidikan jarak jauh dan layanan kesehatan ke 48 negara. Komitmen tersebut nantinya akan diperluas ke negara-negara kawasan Pasifik.
Dalam dokumen itu turut dibahas beberapa langkah penting yakni menyelenggarakan sebuah pertemuan tingkat tinggi Asia-Afrika setiap satu dekade sekali, mengkonsolidasi proses NAASP. Caranya, dengan merotasi ketua bersama NAASP setiap empat tahun sekali.
"Menyelenggarakan pertemuan konsultasi bilateral Menteri di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Menggelar pertemuan tahunan antarketua bersama dan memperkuat interaksi antarwarga khususnya di bidang bisnis, akademik, media, pemuda, olah raga dan LSM," papar keterangan tertulis itu.
Di bagian akhir tertera, negara Asia-Afrika akan meninjau kembali implementasi deklarasi di pertemuan tingkat tinggi negara berikutnya.
Sementara, untuk dokumen mengenai deklarasi terhadap perjuangan Rakyat Palestina, terdiri dari 15 butir. Dalam pernyataan itu, tertulis pemimpin negara Asia-Afrika menyesalkan fakta kendati telah 60 tahun berlalu, tetapi warga Palestina tetap dipenuhi hak, kebebasan dan kemerdekaannya.