Ada MERS, Korea Selatan Bebaskan Biaya Visa Bagi Indonesia

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Taiyong
Sumber :
  • VIVA.co.id/Santi Dewi
VIVA.co.id
- Pemerintah Korea Selatan menggunakan strategi khusus untuk menggaet turis asing agar bersedia kembali berkunjung ke sana pasca dilanda wabah virus
Middle East Respiratory Syndrome
(MERS). Salah satunya dengan membebaskan biaya pembuatan visa bagi turis asing selama tiga bulan. 

Demikian informasi dari Direktur Badan Pariwisata Korea (KTO), Oh Hyonjae, ketika ditemui di gedung Kedutaan Besar Korsel di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 Juli 2015. Oh menjelaskan promosi bebas biaya visa akan berlangsung mulai tanggal 6 Juli dan berakhir 30 September 2015. 

"Namun, durasi masa kunjungan ke Korsel dengan promosi ini selama dua bulan," ujar Oh. 

Artinya, para wisatawan tak perlu membayar visa untuk ke Negeri Ginseng senilai Rp520 ribu. Turis asal Indonesia, kata Oh, termasuk salah satu negara yang diberikan promosi bebas biaya visa ini. Selain turis asal Indonesia, warga negara lain yang bisa menikmati fasilitas yakni dari Kamboja, Vietnam, Tiongkok dan Filipina. 

"Alasan di balik program ini untuk meningkatkan jumlah turis ke Korsel yang akhir-akhir ini menurun sejak pemberitaan mewabahnya virus Mers," kata Oh. 

Dari data yang dimiliki Pemerintah Korsel, akibat virus tersebut memukul pariwisata Negeri Ginseng. Sebanyak 130 ribu turis asing pada bulan Juni lalu membatalkan kunjungan mereka ke Korsel karena khawatir akan ikut terjangkit virus Mers. 2.000 Turis asal Indonesia pun juga mengambil keputusan serupa. 

Namun, Oh kini menyakinkan bahwa situasi Korsel sudah membaik. Sebagai bukti, dalam empat hari terakhir sudah tidak ada lagi pasien yang terjangkit virus Mers. 

Total 1.090.000 wisatawan asing yang berkunjung ke Korsel dalam waktu satu bulan terakhir ketika Mers masih merebak juga aman. Duta Besar Korsel untuk RI, Cho Taiyong menyebut belum ada laporan bahwa Mers bisa menyebar di tempat umum. 

"Jadi, jika Anda sekalian berkunjung dan jalan-jalan di Korsel, maka minim terjangkit virus Mers. Selain itu, pemerintah telah memberikan fasilitas kepada turis asing," ujar Cho yang ditemui di lokasi yang sama. 

Jumlah penderita pun sudah sangat menurun. Cho menambahkan penyebaran virus Mers terjadi di rumah sakit dan bukan di tempat umum. 
Kasus MERS di Korsel Terus Bertambah, 25 Orang Tewas

Bahkan untuk memberikan jaminan kepada publik dunia Korsel aman, Presiden Park Geun hye menghabiskan waktu beberapa hari terakhir di Seoul untuk memastikan kepada publik, tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap virus Mers di negara mereka. 
Korban MERS Bertambah, Korsel Karantina 5.000 Orang

"Selama Anda mencuci tangan dan melakukan beberapa tindakan pencegahan secara baik, maka tak perlu khawatir akan tertular Mers," ujar Park seperti dikutip stasiun berita Channel News Asia pertengahan bulan lalu. 
MERS Terus Menyebar di Korsel
wabah virus mers di korea makin mengkhawatirkan

Pariwisata Korsel Mulai Pulih Setelah Wabah MERS

Turis asal Tiongkok dan Jepang mulai berkunjung ke Korsel.

img_title
VIVA.co.id
7 Agustus 2015