Kelompok Dialog Nasional Tunisia Sabet Nobel Perdamaian

Tunisia Dialog
Sumber :
  • Reuters/Anis Milli
VIVA.co.id
img_title Kedubes AS di Tunisia Minta Warganya Berhati-hati
- Kelompok Dialog Nasional asal Tunisia beranggotakan empat orang menerima Hadiah Nobel Perdamaian hari ini, Jumat, 9 Oktober 2015. Mereka dihormati atas kontribusinya dalam demokrasi pluralistik dalam negeri di tengah revolusi yang ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Berkunjung ke Tempat Bertarungnya Gladiator di Tunisia

Dilansir dari
img_title Usai Ledakan, Tunisia Berlakukan Keadaan Darurat
ABC, Jumat, 9 Oktober 2015, kelompok kuartet itu dibentuk pada 2013. “Mereka membentuk adanya proses politik yang damai dan sebagai alternatif pada saat negara berada di ambang perang saudara,” kata Komite Nobel Norwegia.

Kuartet Dialog Nasional terdiri atas Serikat Buruh Tunisia, Konfederasi Tunisia Perindustrian, Perdagangan dan Kerajinan, Liga Hak Asasi Manusia Tunisia, dan Orde Pengacara Tunisia.

Ketua Komite Nobel Norwegia, Kaci Kullmann Five, mengumumkan melalui akun Twitternya mengenai pemenang penghargaan bergengsi tersebut dan berharap hadiah yang diberikan akan mendorong penduduk Tunisia serta seluruh masyarakat dunia agar berani menghadapi tantangan.

“Komite Nobel Norwegia berharap hadiah tahun ini bisa berkontribusi untuk mendorong dan menjaga demokrasi di Tunisia dan menjadi inspirasi bagi semua orang untuk mempromosikan perdamaian serta demokrasi di Timur Tengah, Afrika Utara dan seluruh dunia," kata Kullmann dalam pernyataan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kandidat penerima Nobel lainnya adalah Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Muzzi Zerai, yang merupakan Imam Eritrea yang membantu mengoordinasi misi penyelamatan bagi para migran yang melintasi Mediterania dan juga blogger asal Arab Saudi, Raif Badawi.
Ilustrasi wasit.

Tak Tahan Terus Dihina, Wasit Ini Menangis di Lapangan

Sang wasit menangis karena ulah tak terpuji penonton di tribun.

img_title
VIVA.co.id
31 Desember 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut