Korban Jiwa Bom Turki Jadi 95 Orang

Keluarga para korban tewas akibat serangan bom di Turki saat pemakaman.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id - Korban jiwa akibat bom bunuh diri di Turki terus bertambah. Saat ini, setidaknya ada 95 orang tercatat tewas karena insiden tersebut. 

Atletico Madrid Batalkan Laga Uji Coba Kontra Galatasaray
Seperti diketahui dua tersangka pembom itu menyerang sebuah kerumunan aktivis pro Kurdi dan tenaga kerja di luar stasiun kereta api utama di daerah Ankara pada Sabtu pagi kemarin. 

Keputusan Jokowi Tolak Permintaan Erdogan Disambut Gembira
Dilansir dari Reuters, Minggu, 11 Oktober 2015, kejadian ini tercatat merupakan serangan bom terburuk, dan terjadi beberapa minggu sebelum digelarnya pemilihan umum di negara tersebut. 

DPR: Jangan Tutup Sekolah Hanya karena Permintaan Turki
Tubuh para korban ditutup dengan bendera dan spanduk, termasuk yang berasal dari Partai Demokrat, oposisi masyarakat pro Kurdi (HDP), bergeletakan di jalan di antara noda darah dan serpihan bagian tubuh akibat ledakan tersebut. HDP menyalahkan  pemerintah atas kejadian tersebut.

"Seperti serangan teror lainnya, menargetkan persatuan kami, kebersamaan, persaudaraan dan masa depan," kata Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan.

Dia bersumpah akan menghancurkan militan Kurdi sejak runtuhnya gencatan senjata dan kembali intensnya aksi kekerasan pada Juli lalu. Selain 95 korban jiwa, 246 korban luka-luka lainnya masih dirawat dan 48 di antaranya mendapatkan perawatan intensif. 

Seorang saksi mata mengatakan, ada dua ledakan yang terjadi secara terpisah di lokasi tersebut sekitar 10.00 waktu setempat. Ketika itu banyak orang sedang berkumpul di lokasi tersebut termasuk aktivis HDP, serikat buruh dan kelompok-kelompok sipil lainnya. 

Para aktivis sedang merencanakan pawai besar untuk memprotes kematian ratusan jiwa pada konflik antara pasukan keamanan nasional dan partai pekerja Kurdistan (PKK) di tenggara wilayah Kurdi.

"Saya mendengar satu ledakan besar pertama, dan ketika saya mencoba menutupi diri saya karena jendela pecah terdengar ledakan kedua." kata Serdar (37) seorang pekerja di stand koran stasiun kereta api tersebut. 

"Ada yang berteriak dan menangis dan saya tidak beranjak di stand koran untuk beberapa waktu. Saya bisa menciun daging terbakar."

(mus)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya