Warga Filipina Mengaku Temukan Puing MH370

Keluarga Korban MH370, tak putus berharap agar pesawat tersebut segera ditemukan.
Sumber :
  • REUTERS / Kim Kyung-Hoon
VIVA.co.id
Tragedi MH370 dan Bebas Visa Malaysia untuk China
- Klaim penemuan puing pesawat di Pulau Sugbay, bagian selatan Filipina kini menjadi kontroversi. Sebab, sebelumnya Pemerintah Malaysia telah mengkonfirmasi bagian flaperon pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion dekat Madagaskar, Afrika, adalah bagian dari MH370.

MH370 Diperkirakan Terjun ke Laut dengan Kecepatan Tinggi
Bagi sebagian orang terkesan tak masuk akal jika tiba-tiba puingnya ditemukan di dekat Filipina. Namun, seorang saksi mata bernama Siti Kayyam yang dikutip laman Dailymail, Rabu, 14 Oktober 2015 mengatakan hal sebaliknya. Siti mengatakan puteranya, Raik, telah menemukan puing pesawat di sebuah hutan lebat di Provinsi Tawi-Tawi di bagian barat daya Pulau Sugbay, Filipina Selatan. Siti yakin puing tersebut merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014. 

'Puing Pesawat' Terlihat di Pantai Timur Malaysia
Raik menemukan puing tersebut ketika tengah berburu burung di hutan yang lebat. Siti menjelaskan, selain puing pesawat, puteranya itu juga menemukan tulang belulang jenazah. 

"Raik mendekati jasad salah satu pilot di sebelah kanan. Ketika dia mengambil topi, tiba-tiba daging di bagian rahangnya terlepas, seperti meleleh," kata Siti. 

Dia yakin puing pesawat yang ditemukan Raik adalah MH370. Oleh sebab itu, dia rela mengarungi perjalanan selama 22 jam melintasi laut menuju ke Pulau Borneo untuk melaporkan hal tersebut. Dia memilih untuk melaporkan ke polisi di Borneo, karena polisi di Bangao tidak akan menanggapi laporannya secara serius. 

"Mereka hanya berkeliling dengan senjata mesin terlilit di bahu mereka," kata Siti.

Dia melanjutkan, Raik menemukan puing pesawat, karena burung yang hendak mereka buru berdiri tepat di atas puing tersebut.

"Karena Raik dan dua temannya penasaran, maka mereka memeriksa puing itu. Mereka kemudian melihat dua jenazah, masih terlilit sabuk pengaman di kursi, mengenakan topi dan tersambung ke radio mereka. Salah satu pria terlihat gagah dengan seragamnya, seperti seorang anggota militer," papar Siti.

Raik kemudian mengikuti jejak bau jasad. Ternyata, mereka menemukan lebih banyak lagi jenazah, sebagian sudah menjadi tulang belulang, telanjang dan ada juga yang masih mengenakan pakaian. 

"Salah satu di antara mereka terlihat masih mengenakan pakaian. Kemudian, putera saya mengambil salah satu pakaian dan lari bersama kedua temannya. Dia mengatakan warna badan pesawat seperti berwarna putih. Tetapi, dia juga tak yakin, karena saat itu situasinya gelap," kata Siti. 

Di situ, Siti baru ingat tahun lalu ketika sedang tertidur, tiba-tiba penduduk di desanya terkejut karena bagian bukit bergetar. 

"Kami berlari ke luar rumah, karena mengira terjadi gempa bumi atau tsunami. Tetapi, semua terlihat tenang kecuali di bagian laut. Tidak ada api atau suara ledakan," kata dia.

Setelah sesaat, mereka kembali tidur. Dia memang mendengar berita mengenai sebuah pesawat yang hilang, tetapi tidak berpikir lebih jauh mengenai hal itu, hingga puteranya menemukan puing pesawat beberapa hari lalu.

"Raik pulang ke rumah dengan cerita yang hebat dan sebuah bendera," ujarnya.

Siti mengaku percaya kepada puteranya, karena dia hanya seorang bocah. 

"Dia tidak tahu bagaimana cara berbohong. Kami, orang dewasa lah yang berbohong, tetapi tidak anak-anak. Bendera itu bisa dijadikan bukti. Ketika kali pertama saya mengambilnya, baunya menyengat sekali seperti bau mayat," Siti menambahkan. 

Dia mengaku bertanggung jawab untuk menginformasikan hal tersebut kepada otoritas berwenang mengenai hal itu. Jika tidak, maka dia bisa saja langsung membuang bendera itu.

"Untuk apa saya ingin mengambil benda yang telah berada bersama jenazah?" tanya dia.


Diragukan

Angkatan Laut Filipina mengatakan mereka tidak pernah melihat adanya pesawat yang jatuh di area tersebut. Mereka pernah mengerahkan satu tim patroli dengan perahu ke pulau itu, tetapi gagal.

Selain itu, kali terakhir MH370 berhasil dilacak di radar yakni ketika pesawat berada di Laut Andaman. Banyak yang berargumen sulit masuk akal sehat, jika flaperon sayap pesawat bisa terbawa arus sejauh itu dari Filipina hingga ke Pulau Reunion. 

Tidak ada bukti lainnya dari satelit pelacak sinyal ping yang menunjukkan pesawat sempat berbalik arah ke bagian selatan Filipina.

Analisa dari seorang penulis blog penerbangan dari Plane Talking, menyebut putera Siti melihat puing pesawat Flying Tiger Line 739 Lockheed Super Constellation. Pesawat itu dinyatakan hilang di bagian barat Pasifik pada 16 Maret 1962. 

Pesawat itu disewa oleh militer Amerika Serikat ketika tengah membawa 107 penumpang. Sebanyak 93 orang di anaranya merupakan para ahli menjelalah di hutan. Mereka tengah dalam perjalanan menuju ke Vietnam.

Usai dinyatakan hilang tahun 1962 lalu, bangkai pesawat belum ditemukan. Burung besi itu berangkat dari Guam menuju ke Clark Field di Filipina. Sekitar 80 menit usai lepas landas, pilot mengabarkan kepada petugas di darat mengenai posisi mereka. Tetapi, dalam laporan lain satu jam kemudian, pesawat itu tidak pernah kembali. Jejak pesawat pun juga tidak diketahui sejak saat itu. 

Pencarian pun kemudian dilakukan dan mencakup area seluas 200 ribu meter persegi. Operasi pencarian terhadap Flying Tiger Line menjadi yang terbesar selain MH370.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya