Pilot Rusia: Turki Tak Pernah Berikan Peringatan

Jet tempur Rusia
Sumber :
  • REUTERS/Stringer
VIVA.co.id
- Pilot jet tempur Sukhoi Su-24 yang berhasil selamat, Kapten Konstantin Murakhtin mengatakan, Turki tidak pernah memberikan peringatan sebelum menembak jatuh pesawat yang dia kemudikan. Murakhtin juga yakin dia dan rekannya, Letnan Kolonel Oleg Peshkov, tidak melanggar zona udara Turki. 

Stasiun berita BBC edisi Kamis, 26 November 2015 melansir, Murakhtin berhasil selamat usai jet tempurnya ditembak pesawat F-16 Turki pada Selasa kemarin. Dia melontarkan diri dari pesawat dan begitu mendarat, Murakhtin kabur agar tak ditangkap oleh kelompok pemberontak Turkmen. 

Nyawanya berhasil diselamatkan usai Rusia mengirimkan pasukan khusus ke area jatuhnya jet Sukhoi. Operasi penyelamatan itu memakan waktu hingga 12 jam. "Tidak ada peringatan baik dengan mengontak atau melalui visual. Mereka pesawat pembom, seharusnya jika ingin memberi peringatan, pesawat F-16 bisa memunculkan diri mereka dan terbang paralel," ujar Murakhtin yang berbicara dari pangkalan udara Hmeymim, Provinsi Latakia, tempat pesawat Rusia bermarkas di Suriah. 

14-1-1980: Resolusi PBB, Gambaran Utuh Soviet Melemah

Murakhtin menambahkan, ia tahu betul lokasi tempatnya mengudara dan pesawat yang dia kemudikan tidak berada di zona udara Turki, bahkan satu detik pun. Sementara, keberadaan jasad rekannya, Peshkov hingga saat ini masih belum diketahui. 
Rusia Akui 3 WN Ditangkap Turki

Dia terbunuh karena ditembak dari bawah oleh kelompok Turkmen saat tengah mendarat menggunakan parasut. Murakhtin mengatakan, seseorang harus membalaskan kematian Peshkov.
Dokter Tinju Pasien Hingga Tewas

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan Peshkov diberikan penghargaan Bintang Pahlawan Rusia. Penghargaan juga akan diberikan kepada Murakhtin dan anggota marinir, Alexander Pozynich, yang tewas ketika melakukan misi penyelamatan terhadap kedua pilot. 

Ketegangan jelas terlihat dalam hubungan kedua negara. Baik Putin maupun Presiden Recep Tayyip Erdogan sama-sama melemparkan pernyataan panas dalam merespons insiden tersebut. Erdogan membela keputusan militernya karena jet Sukhoi Rusia terbukti melanggar zona udara mereka selama 17 detik. Bahkan, sebelum menembak, Turki mengaku telah memperingatkan Sukhoi Rusia sebanyak 10 kali dalam waktu lima menit. 

Sementara, Putin memperingatkan akan ada konsekuensi berat terhadap tindakan itu. Mantan anggota Badan Intelijen Rusia, KGB, itu juga menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris dan menusuknya dari belakang. 

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, peristiwa tersebut merupakan provokasi terencana. Tetapi, Rusia tidak ingin menjadikan perang terbuka akibat penembakan jet tempur itu. 

Beberapa pihak seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan PBB turut meminta kedua pihak agar tenang dan menurunkan tingkat ketegangan. Sejak kejadian itu, Rusia mengumumkan jet tempur akan ikut mengawal pesawat pembom selama melakukan serangan udara di Suriah. Negeri Beruang Merah juga akan mengerahkan sistem rudal paling canggih yang mereka miliki yakni S-400. 

(mus)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya