Ini Rencana Jepang Terkait 'Wanita Penghibur' Asal Korsel

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Sumber :
  • BBC
VIVA.co.id
Jepang Merasa Terhina Rudal Korut Mendarat di Lautnya
- Hubungan Jepang dan Korea Selatan memang terkenal kurang harmonis. Kedua negara yang sangat terkenal akan kekayaan budayanya ini memiliki sejarah masa lalu yang buruk.

Jepang Siap Dukung Integrasi Negara-negara di Asia Tenggara
"Wanita penghibur" yang kebanyakan berasal dari Korea Selatan, dipaksa bekerja di rumah bordil tentara militer Jepang.

Taiwan Investasi Rp35 Triliun Bangun Pabrik Petrokimia
Sekitar 200 ribu wanita yang menjadi budak seks tentara Jepang selama perang dunia dua, dan sebagian besar dari mereka merupakan warga Korea, sisanya adalah orang China, Filipina, Indonesia dan Taiwan.

Tampaknya Jepang ingin memperbaiki hubungan kedua negara di bagian Asia timur ini dengan mencoba menawarkan kesepakatan terkait budak seks yang terjadi pada perang dunia kedua.

PM Shinzo Abe telah menginstruksikan menteri luar negrinya untuk mengatur hal ini selama kunjungannya di Korea Selatan minggu depan, tulis media Jepang seperti dilansir bbc.com.

Sebelumnya, Korea Selatan telah menyatakan bahwa permintaan maaf dari Jepang belum cukup dan yang dikritisi adalah, dari yang terlihat, Jepang tampak enggan untuk menebus kekejaman yang pernah terjadi di masa perang.

Namun, hubungan kedua negara kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya, setelah adanya kesepakatan kedua negara untuk mempercepat pembicaraan terkait hal ini.

Menteri Luar negri Jepang, Fumio Kishido telah merancang kunjungannya ke Korea Selatan dengan harapan untuk menemukan resolusi awal.

Setiap dana akan mengikuti aturan lama yang ada sejak tahun 1995, yang telah berakhir setelah 10 tahun. Saat itu jelas diketahui bahwa uang yang ada berasal dari donatur bukan dari pemerintah Jepang.

Salah satu proposal yang dilaporkan Nikkei Asian Review akan melibatkan Jepang kali ini, Pemerintah Jepang akan menyediakan bantuan lebih dari 100 juta yen atau sekitar Rp1,3 triliun.

Dikatakan bahwa pemerintahan Jepang mendukung rencana Abe untuk mengirimkan surat pada "wanita penghibur" yang mengacu pada "permintaan maaf dan tanggung jawab" pemerintah Jepang. 

Dulunya, Jepang telah menyampaikan permintaan maaf atas "luka dan penderitaan" wanita penghibur tersebut, namun Korea Selatan menginginkan permintaan maaf yang lebih kuat dan juga kompensasi bagi korbannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya