Polisi Prancis Bentrok dengan Imigran

Imigran Muslim di Eropa.
Sumber :
  • REUTERS/Pascal Rossignol

VIVA.co.id – Imigran dan polisi Prancis terlibat bentrokan. Polisi Prancis melepaskan gas air mata pada imigran yang mencoba melawan mereka.

Uni Eropa Diminta Menanggung Biaya Pengungsi Ukraina

Bentrokan antara polisi dan imigran pecah di wilayah pemukiman kumuh di Calais. Ini adalah wilayah persinggahan bagi imigran yang ingin menuju Inggris. Dikutip dari Reuters, Senin, 29 Maret 2015, polisi menembakkan gas air mata, sementara sekitar 200 imigran melemparkan batu ke arah polisi. Tiga pemukiman utama di wilayah tersebut terbakar hebat.

Sebelumnya, polisi telah menangkap satu orang yang mencoba menghentikan upaya polisi untuk membersihkan wilayah tersebut, dimana 3.000 orang tinggal disana.

Ukraina Minta Masuk Uni Eropa, Slovenia Dukung Diproses Cepat

Seorang anggota Aubres des Migran, kelompok pembela hak-hak imigran, Francois Guennoc mengatakan, "imigran-imigran itu mencoba untuk lari dan bersembunyi di hutan, dan polisi terus mengejar mereka."

Pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan, pihak berwenang akan mengajak organisasi kemanusiaan untuk merelokasi migran dari sekitar Calais ke tempat-tempat lain di seluruh Prancis. Pada Kamis pekan lalu, hakim wilayah tersebut juga mengeluarkan perintah untuk mengusir pendatang yang tinggal dibagian Selatan kamp pengungsi.

5 Hari Rusia Menggempur, Ukraina Melawan dengan Sengit Tangguh

Bentrokan yang terjadi antara polisi Eropa dan imigran  juga terjadi antara polisi Macedonia dan kelompok imigran. Polisi Macedonia juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang yang berusaha menyerbu perbatasan dari Yunani. Para imigran yang frustasi karena telah berjalan jauh melintasi Balkan berusaha merobohkan gerbang perbatasan.

Sejak setahun lalu, ratusan ribu imigran dari Suriah dan Afghanistan terus membanjiri Eropa. Mereka menghindari perang  yang tak kunjung usai di negara asalnya. Mereka menempuh berbagai cara agar bisa kembali membangun hidupnya. Namun tak semua warga Eropa bisa menerima imigran dengan tangan terbuka.

Ladang minyak Exxon di di Pulau Sakhalin, Rusia.

UE Setop Pasokan, Rusia: Harga Minyak Bakal di Atas US$300 Per Barel

Uni Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengganti volume minyak yang diterimanya dari Rusia.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2022