AS Gertak China Terkait Laut China Selatan

Menteri Pertahanan AS, Ash Carter
Sumber :
  • theeye-witness.blogspot.com

VIVA.co.id – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, pada Selasa, memperingatkan China terhadap tindakan agresifnya di wilayah Laut Cina Selatan (LCS), termasuk penempatan rudal permukaan ke udara di Pulau Woody, Paracel.

Dikepung dari 4 Sisi, Rusia Tak Gentar Ancaman NATO

"Kami harus bilang kalau China jangan memiliterisasi Laut China Selatan. Tindakan-tindakan khusus ini akan memiliki konsekuensi tertentu," kata Carter, dalam pidatonya di Commonwealth Club di San Francisco, AS, seperti dikutip situs Channel News Asia, Rabu, 2 Maret 2016.

Menurut Carter, Pentagon (Dephan AS) telah menghabiskan anggaran sebesar US$425 juta (Rp5,7 triliun) selama empat tahun ke depan untuk kawasan Asia Pasifik yang bertujuan mengajak para sekutunya di kawasan itu menghadang hegemoni China.

Kepung Rusia, NATO Kerahkan Ribuan Tentara ke Baltik

Carter mengatakan, Pentagon juga berencana menggelontorkan dana lebih dari US$8 miliar (Rp108 triliun) untuk tahun fiskal 2017 saja, guna memperkuat armada kapal selam dan pesawat drone. "Tidak ada pertanyaan bahwa (tindakan China atas LCS) ada konsekuensi untuk tindakan ini (pengerahan militer oleh AS)," ungkapnya.

Perkuat keamanan siber

Empat Negara yang Ditakuti Amerika Serikat

Tak hanya China. Paman Sam juga membidik Rusia lantaran kebijakan negara itu membatasi akses internet serta ancaman kejahatan dunia maya seperti mata-mata siber.

Untuk itu, kata Carter, Pentagon akan menghabiskan US$35 miliar (Rp472,5 triliun) selama lima tahun ke depan guna memperkuat keamanan siber (cybersecurity) dan mengembangkan sistem serangan ofensif melalui siber untuk mengalahkan kelompok teroris negara Islam dan sejenisnya.

"Perbuatan yang telah dilakukan China dan Rusia telah merusak kebebasan. Kami (AS) ‘lebih sehat’ dari mereka dalam melestarikan kebebasan internet. Kami tidak menginginkan konflik dengan mereka. Tapi, kami juga tidak bisa menutup diri atas tindakan mereka," ungkapnya.

Ia pun mengklaim kekhawatirannya terhadap China dan Rusia yang sedang mengembangkan senjata antisatelit yang bisa menghancurkan satelit. Menurutnya, hal itu mengancam keamanan nasional.

Pada 2007, China melakukan tes antisatelit ke luar angkasa dan sukses. Carter juga menggarisbawahi tekad AS menjaga keamanan maritim di seluruh dunia, khususnya wilayah LCS, yang 30 persen dari perdagangan dunia melewati wilayah sengketa tersebut setiap tahunnya.

 Ilustrasi Konflik NATO dengan Rusia.

NATO Kirim Pasukan ke Rusia, Keamanan Global Terganggu

Rusia ambil respon cepat berdasarkan strategi keamanan nasionalnya.

img_title
VIVA.co.id
21 Juni 2016