Abu Sayyaf Tebas Leher Sandera Terakhir asal Kanada

Ilustrasi/Kelompok Militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Komando Daerah Militer Wilayah Mindanao Barat Filipina, pada Selasa, mengonfirmasi bahwa Kelompok Abu Sayyaf (Group of Abu Sayyaf / ASG) telah memenggal kepala satu orang sandera warga negara Kanada, Robert Hall, pada Senin sore lalu.

Penculikan di Perairan Global Naik Tiga Kali Lipat

Juru Bicara Militer Filipina, Mayor Filemon Tan, mengatakan, kepala seorang ras Kaukasia berjenis kelamin laki-laki ditemukan oleh warga sipil di depan pintu gerbang Gereja Katedral di Jolo, Filipina Selatan sekitar pukul 08:45 pagi waktu setempat.

"(Kepala) itu ditemukan oleh Polisi Nasional Filipina di Sulu, dan telah dibawa ke Kuta Heneral Teodulfo Bautista (di Jolo)," ungkap Tan, seperti dikutip dari situs Mb, Selasa, 14 Juni 2016.

Warganya Dipenggal Abu Sayyaf, Duterte: Musnahkan Mereka

Ia juga mengatakan Angkatan Bersenjata Filipina akan bekerja tanpa henti bersama Polisi Nasional Filipina untuk terus menemukan, menetralisir atau menangkap kelompok militan yang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ini merupakan pemenggalan kedua untuk warga Kanada, setelah sebelumnya John Ridsel mengalami nasib serupa pada 25 April 2016. Pemenggalan dilakukan Abu Sayyaf lantaran permintaan tebusan senilai PH600 juta ditolak pemerintah Kanada.

Kemlu Belum Bisa Pulangkan WNI Korban Sandera Abu Sayyaf

Sementara batas waktu yang ditentukan kelompok tersebut sudah habis, yakni 13 Juni lalu. Hall, bersama pacar Filipinanya, Marites Flor, warga Norwegia Kjartan Sekkingtad, serta John Ridsel diculik Abu Sayyaf di sebuah resor mewah di Pulau Samal pada 21 September 2015.

(ren)

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf, kerap melakukan penculikan dan perampokan di Filipina Selatan.

Dua Sandera WNI Asal Wakatobi Bebas di Filipina Selatan

Dua WNI di sandera sejak 5 November 2016 di perairan Kertam, Malaysia.

img_title
VIVA.co.id
20 Januari 2018