Merkel Tersandung Tragedi Penyerangan Kereta Jerman

Pelaku penusukan di kereta api Bavaria Jerman.
Sumber :
  • Social Media via REUTERS TV

VIVA.co.id – Tragedi penyerangan penumpang kereta api di Bavaria, Jerman, pada Senin malam, menurut pengamat Politik Universitas Bonn, Frank Decker, menjadi prahara bagi pemerintahan Kanselir Angela Merkel.

img_title Pemimpin Bisnis Wajib Punya Kemampuan Ini untuk Menghadapi Situasi Tak Terduga

Pasalnya, kejadian ini akan menyeret Merkel untuk disalahkan. Tidak seperti Prancis dan Belgia, sejauh ini Jerman belum menjadi korban serangan ISIS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun para pejabat keamanan mengatakan mereka telah menggagalkan sejumlah besar aksi teror.

img_title PDIP Buntuti Gerindra di Puncak, PSI Ungguli Demokrat! Ini Hasil Survei Elektabilitas Parpol Jelang 2029

Sementara, seorang pemimpin dari partai sayap kanan yang juga kelompok antiimigran, Alternative for Germany, Frauke Petry, menuding Merkel atas situasi keamanan dalam negeri ke status berbahaya.

"Merkel dan pendukungnya menyambut terlalu banyak orang muda, berpendidikan namun berpikiran radikal Muslim, ke Jerman," ungkap Petry, seperti dikutip dari situs Reuters, Rabu, 20 Juli 2016.

img_title Transformasikan Sistem Ketenagalistrikan dan Transisi Energi, PLN dan BMZ Jerman Jalin Sinergi

Tak pelak, pascatragedi tersebut, muncul pertanyaan berbagai pihak mengenai kebijakan pintu terbuka terhadap pengungsi yang digulirkan Merkel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemuda 17 tahun yang tidak disebutkan identitasnya itu meneriakkan "Allahu Akbar" sebelum melakukan aksinya dengan kapal dan pisau. Pelaku melukai empat warga Hong Kong di kereta, dan melukai seorang wanita lainnya saat melarikan diri, sebelum polisi menembak mati.

Pelaku teror datang ke Jerman sebagai pengungsi pada 30 Juni 2015 di Passau, Bavaria. Kedatangannya bersamaan dengan satu juta migran yang mayoritas berasal dari Afghanistan, Suriah dan Irak.

Laurin Ulrich.

Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia

Lupakan Laurin Ulrich yang lebih memilih Jerman, PSSI dikabarkan tengah mengupayakan naturalisasi wonderkid Arsenal yang berkarier di Inggris. Simak kabarnya.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut