RI Ingin Makin Banyak Perempuan Jadi Pasukan Perdamaian PBB

Delegasi Indonesia di sela-sela Sidang Special Committee for Peacekeeping Operations di Markas Besar PBB, New York, AS.
Sumber :
  • PTRI New York

VIVA.co.id – Indonesia menegaskan bahwa peran perempuan dalam meredam konflik di penjuru dunia kian diperhitungkan. Itu sebabnya perempuan jangan lagi dipandang sebelah mata untuk menjadi “pelopor perdamaian,” bahkan bisa diandalkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengatasi berbagai konflik di mancanegara.

img_title Sukses Jalankan Misi Perdamaian di Kongo, 1.021 Prajurit TNI Dianugerahi Satya Lencana dari Jokowi

Seruan itu dilontarkan oleh delegasi Indonesia saat menyelenggarakan diskusi panel di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat. Berlangsung pada 23 Februari 2017, panel itu membicarakan peran wanita dalam misi pemeliharaan perdamaian (MPP) PBB, yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Special Committee for Peacekeeping Operations (C-34).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Personel wanita pada misi pemeliharaan perdamaian PBB dewasa ini semakin memiliki peran signifikan dalam memelihara perdamaian serta pembangunan paska-konflik di berbagai benua,” kata Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani, seperti yang disiarkan oleh Kantor Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York hari ini.

img_title Viral, Rudal Israel Hantam Markas Pasukan UNIFIL TNI di Lebanon, Mabes TNI Angkat Bicara

Pandangan Dubes Djani itu diperkuat oleh Letnan Kolonel TNI Ratih Pusparini, satu dari dua panelis yang dihadirkan Indonesia. “Perempuan pasukan penjaga perdamaian sebenarnya punya kemampuan lebih besar lagi dalam operasi-operasi penjagaan perdamaian dan juga dalam memelopori resolusi pasca-konflik,” kata Ratih, yang dikutip laman United Nations Radio.

“Personel perempuan biasanya lebih bisa membaur dengan masyarakat lokal dibandingkan personel laki-laki. Hal ini yang memberikan nilai lebih bagi kesuksesan misi di daerah operasi,” kata Ratih.

img_title Kecam Kebrutalan Israel, HNW Ingin PBB Kerahkan Pasukan Perdamaian ke Palestina

Pernyataan Ratih itu pun didukung dari pengalamannya selama mengikuti sejumlah misi perdamaian PBB. Dia pernah diterjunkan dalam misi pemelihara perdamaian PBB di Suriah, Kongo dan Lebanon.

Pernyataan serupa juga diutarakan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Yuli Cahyanti. Perwira Polri ini terlibat dalam misi pemelihara perdamaian PBB di Sudan. “Personil perempuan pada umumnya lebih dekat dengan korban konflik dan pengungsi internal (IDPs), khususnya perempuan dan anak-anak,” kata Yuli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diapresiasi PBB

Pejabat PBB pun menyambut baik peran Indonesia selama ini dalam berbagai misi perdamaian dunia. “Kami menyambut baik komitmen Indonesia untuk tingkatkan jumlah personil perempuan dan upaya Indonesia untuk memajukan agenda perempuan, keamanan, dan perdamaian,” kata Deputi Sekretaris Jenderal untuk Urusan MPP, Herve Ladsous, yang hadir pada diskusi panel sebagai pembicara kunci.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut