Teror di Gereja Paris, 600 Turis Dikurung

Polisi bersenjata berjaga di sekitar gereja Katedral Notre Dame di Paris.
Sumber :
  • Reuters/Charles Platiau

VIVA.co.id – Sekitar 600 orang turis yang sedang mengunjung Gereja Katedral Notre Dame di Paris terpaksa dikurung di dalam bangunan kuno tersebut. Selama enam jam tak ada seorang pun yang diizinkan keluar dari ruangan yang berdiri sejak abad 12 itu.

Berduka Insiden di Paris, Wapres AS Tegas Lawan Teroris

Keputusan mengurung mereka dilakukan oleh pihak berwenang Paris setelah seorang penyerang bersenjata palu menyerang polisi di kawasan tersebut pada Selasa, 6 Juni 2017. Ia berteriak, "Ini untuk Suriah," sebelum ditembak oleh petugas di luar area gereja.

Sebagian pengunjung yang berada di luar gereja berlarian dengan panik. Sedangkan petugas juga memeriksa dan menyisir seluruh pengunjung yang ditahan di dalam gereja tersebut.

Militan ISIS Serang Polisi di Champs Elysees Paris

Serangan ini merupakan serangan terakhir dengan target pasukan keamanan. Pemerintah Prancis sendiri masih memutuskan situasi darurat pada sejumlah lokasi wisata yang menjadi favorit turis setelah ISIS menyatakan akan meningkatkan serangan selama Ramadan.

Menurut wartawan CBS, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Penyelidikan atas kejadian tersebut kini diambil alih oleh kepolisian unit anti-teroris, tapi belum ada konfirmasi apakah serangan itu bagian dari aksi terorisme.

Cepat Tanggap Tangani Korban Terorisme

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan kepada wartawan, tiga polisi terluka akibat serangan itu. Pelaku berhasil ditembak dan dilumpuhkan oleh petugas yang lain. Belum ada kabar bagaimana kondisi pelaku saat ini.

"Seorang pria tiba-tiba menyerang polisi dari belakang, dengan menggunakan palu ia memukuli para petugas," ujar Collomb seperti dikutip dari CBS, Rabu, 7 Juni 2017.

Disampaikan Collomb, setelah berhasil dilumpuhkan, polisi menyita palu, pisau dan sebuah dokumen yang menunjukkan pelaku adalah seorang mahasiswa asal Aljazair. Kepala Polisi Unit Pertahanan Cedric Michel mengatakan, pelaku diperkirakan berusia 40 tahun, namun mereka merahasiakan identitas lainnya.

Gereja Katedral Notre Dame Paris berlokasi tak jauh dari Sungai Seine. Gereja ini berdiri sejak abad ke-12, dan menjadi salah satu lokasi favorit turis. (ase)

Ilustrasi Polisi Prancis saat terjadi serangan teror di Paris.

Lagi, Serangan Teror di Paris Mengincar Polisi

Pelaku sengaja tabrakan mobil ke van polisi di Champs Elysees, Paris.

img_title
VIVA.co.id
20 Juni 2017