Irak Adili 100 Anggota ISIS dari Eropa

Tentara Kurdi tangkap sekelompok orang yang diduga militan ISIS.
Sumber :
  • REUTERS/Ako Rasheed

VIVA.co.id – Sedikitnya 100 militan ISIS asal Eropa akan diadili di Irak. Sebagian besar dari mereka akan menghadapi hukuman mati. Duta Besar Belgia untuk Irak, Jawad al-Chlaihawi, mengatakan di antara orang Belgia, puluhan lainnya yang juga ditahan adalah militan dari Rusia, Chechnya dan Asia Tengah.

img_title 8 Anggota JAD Afiliasi ISIS Diciduk di Sulawesi Tengah, Ditangkap Dini Hari

Seperti diketahui pejuang dari berbagai belahan dunia bergabung dengan ISIS, ketika kelompok tersebut membentuk sebuah kekhalifahan di Irak dan Suriah pada 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pejuang Inggris, salah satu di antaranya Mohammed Emwazi yang juga dikenal sebagai 'Jihadi John', termasuk di antara mereka. Dia diyakini tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Raqqa, Suriah pada 2015.

img_title 9 Jam Sehari Konsumsi Konten Ekstremis, Bocah Singapura Jadi Pendukung Fanatik ISIS

Chlaihawi mengatakan kepada RTPF Belgia, ada sekitar 1.400 anggota keluarga pejuang asing yang diduga anggota ISIS, termasuk anak-anak, ditahan di dekat Mosul.

Banyak yang dilaporkan berasal dari Turki, dan bekas negara Soviet di Asia Tengah, namun ada juga yang diyakini sebagai beberapa orang Prancis dan Jerman. Tidak jelas apa yang akan terjadi pada keluarga dan anak-anak anggota ISIS.

img_title Trump Ancam Serang Nigeria Berkali-kali jika ISIS Terus Bunuh Umat Kristen

"Kami menahan keluarga ISIS di bawah langkah-langkah keamanan yang ketat dan menunggu perintah pemerintah mengenai bagaimana menangani mereka," kata Komando Operasi Nineveh Mosul, Kolonel Ahmed al-Taie, seperti dikutip Independent, Minggu, 8 Oktober 2017.

"Kami memperlakukan mereka dengan baik. Mereka adalah keluarga penjahat tangguh yang membunuh orang tak berdosa dengan darah dingin, tapi saat kami menginterogasi mereka, kami menemukan bahwa hampir semuanya disesatkan oleh propaganda ISIS yang jahat," ujarnya.

Chlaihawi mengatakan, Irak bekerja dengan pemerintah Eropa untuk menentukan apa yang harus terjadi pada mereka, namun beberapa tidak ingin menerimanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertarungan melawan ISIS diyakini memasuki tahap penutupan di Irak dan Suriah.

Mosul, kubu terbesar kelompok ekstremis di negara tersebut, dibebaskan oleh pasukan Irak pada Juli lalu, namun ribuan warga sipil tewas dalam pertempuran selama sembilan bulan tersebut. (ren)
 

Bendera Jerman.

Siswa 16 Tahun di Jerman Mau Bakar Gereja atas Perintah ISIS

Kepolisian Jerman menangkap seorang siswa berusia 16 tahun yang berencana membakar  gereja atas perintah kelompok teror ISIS. Saat ini ditahan di Kota Hamm.

img_title
VIVA.co.id
22 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut