Kesaksian 50 Pria Diculik Militer, Diperkosa Brutal

Lemahnya perlindungan hukum, baik dari sisi undang-undang maupun penegakan hukum membuat kasus-kasus kejahatan seksual terus berulang.
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Prastowo

VIVA – Salah satu pria yang disiksa di Sri Lanka mengaku ditahan selama 21 hari di sebuah ruangan kecil dan lembab di mana ia diperkosa sebanyak 12 kali, disundut rokok, dipukuli dengan batang besi dan digantung dengan posisi terbalik.

img_title Pria Ini Dapat Fasilitas Terbang Gratis Seumur Hidup Naik Garuda Indonesia

Seorang pria lain juga mengaku diculik dari rumahnya oleh lima orang dan dibawa ke sebuah penjara dan dimasukkan ke ruang siksaan yang dilengkapi dengan tali, batang besi, bangku dan ember air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria ketiga mengungkapkan bahwa para tahanan di penjara bahkan sudah terbiasa mendengar suara jeritan. "Itu membuat kami benar-benar takut di hari pertama. Tapi kemudian kami terbiasa dengan hal itu karena sering mendengar teriakan."

img_title Dokter Muslim Ini Difitnah Jadi Biang Keladi Pemandulan Perempuan Non-Muslim

Diperkosa dan dipukuli berulang kali, lebih dari 50 pria dari etnis minoritas Tamil yang mencari suaka politik ke Eropa mengatakan bahwa mereka diculik dan disiksa di bawah militer pemerintahan Sri Lanka.

Satu per satu, para korban tersebut menceritakan kisah mereka dengan menunjukkan bekas luka di kaki, di dada dan bagian tubuh lainnya. Wawancara ini dilakukan terhadap 20 pria sebagaimana dilansir ABC News.

img_title Putu DPR Minta Pemerintah Bangun Konsep Blueprint Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Mereka mengatakan bahwa mereka dituduh mencoba menghidupkan kembali kelompok pemberontak sejak perang saudara terjadi beberapa waktu lalu. Meski peperangan telah berakhir 8 tahun yang lalu, penyiksaan dan pelecehan masih terjadi sejak awal 2016 sampai akhir Juli tahun ini.

Namun pemerintah Sri Lanka membantah tuduhan ini.

Piers Pigou, penyelidik HAM asal Afrika Selatan yang telah mewawancarai korban penyiksaan selama 40 tahun terakhir di negara-negara paling mengerikan di dunia mengatakan bahwa skala kebrutalan ini bahkan lebih parah dibandingkan kejahatan kemanusiaan yang pernah ia dengar sebelumnya.

"Tingkat pelecehan seksual di Sri Lanka oleh pihak berwenang adalah hal yang paling mengerikan dan sesat yang pernah saya lihat," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian besar pria mengatakan bahwa mata mereka tertutup saat dibawa ke lokasi penahanan. Mereka mengaku mayoritas penculik mengidentifikasikan diri sebagai anggota Departemen Investigasi Kriminal sebuah unit polisi khusus yang menyelidiki kejahatan berat.

Beberapa orang juga mengatakan bahwa penculik mereka adalah aparat tentara berdasarkan identifikasi lencana dan seragam yang dikenakan. Seorang pria juga mengaku melihat seragam tentara yang tergantung di tempat pakaian dan banyak penyiksa yang mengenakan sepatu tentara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut