Punya UU Baru, PM Israel Bakal Makin Leluasa Mulai Perang

Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama PM Israel Benjamin Netanyahu.
Sumber :
  • Kobi Gideon/Government Press Office (GPO)/File Handout via REUTERS

VIVA – Komite Legislatif Menteri Israel akhir pekan lalu telah menyetujui sebuah rancangan undang undang atau RUU menjadi UU yang memberikan izin kepada Perdana Menteri Israel untuk mengumumkan perang atau melancarkan operasi militer.

img_title Episode Terakhir When The Phone Rings Tuai Kecaman, Diduga Propaganda Konflik Palestina-Israel

Menurut media Israel, Ynet News sebagaimana dilansir Middle East Monitor melaporkan bahwa UU baru tersebut mengizinkan Perdana Menteri untuk mengumumkan perang atau melakukan operasi militer dengan hanya melalui persetujuan dari kabinet tanpa harus mendapatkan persetujuan dari seluruh partai koalisi. Aturan memulai perang ini pada kesimpulannya, dilonggarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RUU tersebut merupakan rekomendasi dari sebuah komite khusus yang ditugaskan oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang bertujuan untuk memperluas mekanisme mengambil keputusan oleh kabinet mengenai masalah keamanan nasional yang dianggap mendesak.

img_title Media Asing Soroti Pelaksanaan Olimpiade Paris 2024 Ditunggangi Konflik Global dan Keamanan Siber

Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked yang memprakarsai RUU tersebut mengatakan bahwa UU ini sesuai dengan kenyataan yang telah ada selama bertahun-tahun.

"Di era media sosial, komunikasi cepat dan ada bahaya kebocoran. Kita harus menyesuaikan diri dengan keamanan nasional saat ini dan membuat kerja kabinet dan keamanan pemerintah seefisien mungkin," ujar Shaked.

img_title Israel Bom Sekolah di Palestina Pakai Amunisi dari Amerika Serikat
Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham

Golkar Dukung Prabowo soal Hubungan Diplomatik dengan Israel Jika Palestina Merdeka

Golkar Dukung Prabowo soal Hubungan Diplomatik dengan Israel Jika Palestina Merdeka

img_title
VIVA.co.id
30 Mei 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut